إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ ۚ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا

Muharraman Gycen Region Joglosemar

Wisuda angkatan XV GRADIATOR Insan Cendekia Boarding School

sosissonice ke rumah miss eneng. jalan2 abis UN :)

Gradiator ke taman Matahari Bogor sebelum UN :)

reuni kelas unggulan 2011 :)

stakeholder together forever :)

Pertamina Tower FEB UGM

Insan Cendekia Serpong

Gradiator-Never Broken Always Unite

Senin, 08 Desember 2014

Cerita Dari kota Solo

tulisan lama...sangat lama..
ditulis di Malang
23-12-2011.09.48 WIB 
 
Lama sudah tak berjumpa dengan dunia tulis menulis. Sebenarnya menyenangkan juga bisa berbagi cerita, menuangkan perasaan lewat rangkaian kata. Namun, apalah daya, waktu seolah tak berpihak pada saya.
Oke langsung saja..disini saya mau berbagi cerita tentang sebuah perjalanan menuju tengah pulau jawa. Tepatnyaa di kota SOLO/SALA/SURAKARTA. Bersama teman-temanku Gycentium Credas Disorator tercinta untuk mengunjungi makam salahsatu sahabat kami AFIQ RASHIF (semoga Allah melapangkan kuburnya, mengampuni dosanya, dan menerima segala amal perbuatannya di dunia).
Serpong 17 Desember 2011,
Perjalanan dimulai pada hari Sabtu, 17 Desember 2011 hari yang sama ketika raport semester 1 dibagikan. Kami sekitar ber-80an (lupa jumlah pastinya berapa) dengan di ketuai oleh M.Irfan dan di damping oleh Pak Away serta Bu Tini berangkat dari kampus Insan Cendekia sekitar pukul 16.00 WIB. Diawali dengan perjalanan menuju stasiun Rawa Buntu menunggu KRL yang akan membawa kami ke Tanah Abang.
Akhirnya tiba juga di stasiun Tanah Abang. Nyampe stasiun waktu sudah menunjukkan pukul 17.45 dan beberapa menit kemudia adzan Maghrib memanggil kita untuk segera melaksanakan ibadah kepada-Nya. Memasuki toilet stasiun. Saya terheran2 karena ada bapak2 yang berjaga di depan toilet. Saya melihat orang yang keluar toilet memberikan uang kepadanaya. Sebenarnya ini hal biasa, dimana2 memakai jasa toilet harus bayar. Tapi jelas2 di depan toilet ada tulisan besar (benar2 besar) “TOILET GRATIS”, ya memang inilah Indonesia.
Pukul 19.30 kereta api (yang namanya apa saya lupa) yang kami tumpangi pun bersiap berangkat. Tapi teman2…mbak Nikari ternyata hampir tertinggal kereta. Betapa hebohnya kami (lebay sih, paling yang heboh beberapa sedang yang lain sibuk kegerahan). Tapi Alhamdulillah ya..mbak Nikari ngga jadi tertinggal kereta dan beberapa saat setelah kedatangan mbak Nikari, keretapun berangkat…tuut..tuuuut..
Oh iya, bicara tentang kegerahan, nih saya belum cerita. Kereta yang kami tumpangi adalah kereta Ekonomi non AC. Mengingat kantong anak sekolah yang tipis ya ta apalah naik ekonomi, yang penting tetap bersama GYCEN (ceileee).
Ternyata apa yang saya presentasikan dulu dalam pelajaran Akidah benar adanya. Seseorang akan nampak tabiat aslinya dalam melakukan safar (red: perjalanan). Contohnya, orang yang suka tidur, dari awal kreta berjalan hingga kreta tiba di tujuan tak sedikitpun membuka matanya (alias tidur). Orang yang ngga betah diem, akan sering meninggalkan bangkunya untuk sekedar berjalan2 sekalian malakin makanan orang. Orang yang ngga suka panas (ngapain naik ekonomi??), akan mencari-cari arah datangnya angin entah itu dari mana. Dan orang pintar, pasti membawa tolak angin, bukan ding maksud saya membawa buku kemana mana (entah itu dibaca ato engga, yg penting bawa). Dan masih banyak lagi tabiat orang dalam kereta (red:ekonomi). Tapi semoga itu bukan anda, karena saya hanya memberikan contoh saja, kalopun anda merasa, maka maafkanlah saya (hhe).
Ada lagi cerita, tentang si Bencong pengamen kreta. Dia (red:bencong) masuk ke gerbong kami dan menggoda para bocah lelaki. Hii geli sekali. Dialah yang telah membuat heboh gerbong kami. Akhirnya dia berlalu. Dan gerbong kamipun tetap ramai selalu.
Solo, 18 Desember 2011
Dan cerita tentang kereta ekonomipun berakhir. Akhirnya tiba juga kami di stasiun solo. Walaupun cape nian badan ini, namun udara pagi solo membuat kami terus bersemangat. Detik demi detikpun berlalu begitu cepat, setelah melepas lelah di penginapannya mbak canny kamipun bersiap menuju makam alm.Afiq. rombongan kami dibagi menjadi beberapa cloter pemberangkatan. Untung saja makamya ngga terlalu jauh, jadi ngga perlu nunggu lama-lama.
Di makam Afiq, ternyata sudah banyak keluarganya yang menunggu disana. Betapa baiknya keluarga Afiq, ayah,ibu dan adiknya yang rela mengorbankan waktu untuk bertemu dengan teman2 Afiq. Setelah mendoakan Afiq, rombongan pun kembali ke penginapannya mbak canny.
Setelah makan siang dan lain sebagainya, kamipun berkumpul di ruang tengah bersama Gycen, Pak Away, Bu Tini, keluarga mbak Canny serta keluarga Afiq. Dalam pertemuan kali ini, banyak dari kami yang tak bisa menahan linangan air mata. Semua yang diucapkan orangtua Afiq semua harapan mereka pada kami yang telah mereka anggap sebagai anak sendiri, semua cerita mereka tentang Afiq, semua itu sungguh siapapun yang mendengar pasti akan terharu dan meneteskan air mata (walaupun ada juga yang jaim ngga mau kelihatan nangisnya).
Setelah semuanya usai, beberapa anak langsung meninggalkan penginapan menuju JOGJA. Ada yang dijemput sodaranya, ada yang main main ngga jelas, ada yang nge galau, namun semua kegiatan yang mereka ada-adain buat ngisi waktu kosong itu akhirnya bersatu dalam sebuah kompetisi pemancingan ikan(red:lele) yang diprakarsai oleh sodara Nabil dan Rosyid. Look at this pictures!
Hebatnya si Nabil yang dapat memancing begitu banyak ikan lele dalam waktu singkat namun sayangnya banyak dari ikan lele tersebut yang kembali dilepaskan ke empang (mending dimakan bil :P).
Yaah…akhirnya setelah si Nabil heboh dengan pancingannya, anak-anak lain pun jadi tertarik untuk memancing. Kebanyakan dari mereka berhasil mendapatkan ikan.
Namun lain hal lain cerita dan lain nasib dengan bocah satu ini. Dialah si Marsya (red:moh. Ariq Syauqi) yang tak kunjung mendapatkan satu ikanpun padahal dia sudah berjongkok lebih dari setengah jam. Namun dengan tetap ceria, berharap ada seekor ikan bego yang akan memakan umpan rotinya(ato apa ya saya lupa, yg jelas bukan umpan beneran), arikpun tetap setia menunggu si ikan datang, meskipun anak anak lain sudah sibuk menyaipkan bakaran dan tak lagi sibuk memancing ikan.
Jeng jeng jeng….akhirnya, umpan si Arik nyantol juga ke mulut sebuah ikan, kayaknya ikan itu merasa kasihan pada arik dan rela mengorbankan dirinya agar si arik ngga disitu aja di atas empang nungguin ada ikan yang makan umpannya. Dan si Arikpun mendapat ikan lele paling gede berkat kesabarannya menunggu. Selamat ya Arik :D
Setelah semua ikan berhasil dipancing. Nabil sang pemancing sekaligus penjagal ikan beserta kru pun segera membunuh(sadis amat ya bahasanya) ikan ikan tersebut untuk kemudian dibersihkan, dibakar dan dimakan. Alamaaak untung saja ada si Oji sang koki yang bisa masak, coba kalo yang masak model model kaya arik atau nabil atau saya sendiri lah…haha..jadi apa nasib si lele nanti?
Hari menjelang malam. Sayup sayup terdengar adzan maghrib berkumandang. Semua kegiatan ditinggalkan. Shalat maghribpun dilaksanakan. Setelah semua usai melaksanakan shalat maghrib, kami pun menuju ruang tengah untuk menikmati santap malam.
Setelah melakukan santap malam dan menunaikan shalat isya’. Saya, Izzah, Daus dan kawan kawan rombongan pare yang diketuai Pyan berpamitan untuk melanjutkan perjalanan menuju timur pulau Jawa. Hari yang menyenangkan pun berakhir sudah. Rombongan Pare meninggalkan penginapan menggunakan sebuah angkot yang diisi oleh 16 orag. Bayangkan..
Di penginapan, tersisa anak-anak Jakarta yang menunggu hari esok untuk jalan-jalan ke JOGJA sekaligus menunggu datangnya kereta dari stasiun Tugu menuju kota halaman Jakarta. Inilah dua hari yang sangat sangat menyenangkan. Dua hari yang begitu berarti dan tak terlupakan. Dua hari yang telah memberiku arti sebuah keluarga dan persahabatan. Dua hari yang indah. Dua hari bersama GYCENku GYCENku ooo. Dua hari untuk sahabat kami Afiq yang kan selalu teringat dan lekat dalam hati.

Gundukan Hitam, Bukit Asam

tulisan lama...sangat lama..

-Perjalanan ke Lampung part II-

Inilah Pulau Sumatera!!!
Setelah menempuh perjalanan lebih kurang 5,5 jam, tibalah kami di pelabuhan Bakauheuni, Lampung. Perjalanan darat kembali dilanjutkan dengan tujuan hotel Amarta Agung Indah yang berlokasi di Jl. Trans Sumatera-Bakauheuni.
            09.50 WIB
Rabu, 1 Februari 2012

[hotel Amarta]
            Akhirnya tiba juga di hotel Amarta. Sekedar menurunkan barang-barang bawaan, mencari kamar dan sedikit melemaskan badan setelah 8 jam menempuh perjalanan panjang. Tanpa mandi, perjalanan kembali dilanjutkan. Tujuan hari ini adalah studi lapangan ke perusahaan batubara Bukit asam dan perusahaan Indofood cabang Lampung.
            10.30 WIB
Bus melaju meninggalkan hotel menuju PT.Bukit Asam. kurang dari setengah jam perjalanan, tibalah kami di perusahaan batubara Bukit Asam. Kamipun disambut oleh beberapa staf perusahaan dan kemudian dipersilahkan untuk memasuki gedung serba guna (GSG). Di GSG ini kami mendengarkan presentasi tentang PT.BA dari mulai sejarah, proses produksi dan lain sebagainya. Ngantuk? Iyalaah, saya sudah mulai tak konsentrasi mendengarkan presentasi. Untung saja acara dalam GSG tak berlangsung lama. Dilanjutkan dengan studi lapangan melihat langsung proses produksi. Dan semangatpun datang kembali. Dengan bus perusahaan, dari kantor PT.BA kami melanjutkan perjalanan ke area penghancuran batubara.
[area penghancuran batubara]
Hitam. Semua serba hitam. Gundukan hitam bak bukit dengan ketinggian lebih dari 5 meter (maaf saya sotoi). Itulah batubara. Menuruni bus, sinar matahari menyengatkulit, semakin panas. Disini saya menyadari bahwa ternyata Sumatra begitu panas.
            Proses pertama yang kami lihat setelah menuruni bus adalah bongkar muatan batubara yang dibawa oleh KA Babaranjang (batubara rangkaian panjang) yang didatangkan dari pusat pertambangan batubara di Tanjung Enim, sumatera selatan. Dan disinilah saya baru mengetahui bahwa ternyata tak ada proses pertambangan di area bukit asam ini, yang ada hanyalah proses penghancuran batubara dari bongkahan-bongkahan besar menjahi bongkahan kecil berukuran 100 mili.
            “Tak ada kimia apapun, kami hanya menghancurkan untuk kemudian di distribusikan” kata seorang pemandun kami.
Tiba-tiba ada panggilan berkumpul, kami disuruh menaiki bus lagi. Saya kira acara lapangan telah usai, tapi ternyata bus melaju menuju pelabuhan Tarahan, terlihat laut begitu luas di depan sana.
[pelabuhan Tarahan]
            Inilah pelabuhan yang sengaja dibangun untuk mendistribusikan batubara yang telah di hancurkan. Ternyata 80% hasil produksi didistribusikan untuk industry lokal terutama untuk menyuplai kebutuhan batubara PLTU Suralaya yang berada di prop. Banten. Dan baru 20% sisanya di ekspor ke beberapa negara seperti Jepang, China, Taiwan, Malaysia, Pakistan dan india. Sekitar pukul 12.30 WIB kami melanjutkan kunjungan ke Indofood. Sampai disini, saya belum mendapatkan apa yang sesungguhnya saya inginkan.

Itu Sumatera!!!

Tulisan lama...sangat lama..

-perjalanan ke Lampung part 1-

     Ini cerita tentang perjalanan Gycen ke ujung selatan pulau Sumatera. Yak, propinsi Lampung lebih tepatnya. Studi kolaboratif terakhir di Insan Cendekia, semoga menjadi salah satu kenangan yang tak terlupa.
langsung saja...
Selasa, 31 Januari 2012
[di sekolah]
Berasa nggak ada beban. Padahal ada 2 ulangan. Pikiran entah kemana. Benar-benar galau, ingin hari itu cepat berlalu. Alhamdulillahnya, guru-guru menyadari kegalauan para muridnya. Jadi sore itu, nggak ada yang namanya INTENSIF buat kelas 3. Seneng? iyalah...
     Hari itu benar-benar hari supersibuk, sibuk nyiapin segalanya buat esok. Studi Kolaboratif terakhir. Ada yang bantuin guru-guru bungkusin makanan, ada yang packing-packing barang dan lain sbagainya. Yang saya critakan barusan adalah kegiatan para siswi yang bisa dikata rajin (m'muji siswi karena saya siswi). tapi entah para siswa pada ngapain, kata-katanya sih pada maen bola, entah bner ato nggak.
     Malam rabu.. smakin mendekati hari Rabu. banyak aktivitas dilakukan untuk sekedar menghabiskan waktu malam. Sebagian tertidur lelap sebagian tetap terjaga hingga hari berganti, Menunggu Pagi....dan tibalah saatnya...
     00.01 WIC
Rabu, 1 Februari 2012
[asrama gd.H]
Hari pertama di bulan Februari, kali pertama bangun tengah malam tuk sekedar mandi. Kurang kerjaan? Oh...tidak...ini namanya persiapan yang sempurna. Hahaha..Dan tibalah saatnya dimana kami berkumpul di masjid untuk shalat tahajud bersama sebelum keberangkatan menuju pulau Sumatera.
[lapangan upacara]
Tiga bus pariwisata terlihat mewah di tengah gelapnya lapangan upacara. Berbeda 180 drajat dengan bus yang digunakan untuk homestay ke Purwakarta. ya iyalaaaah...Setelah mencari tempat duduk, tujuan berikutnya adalah KOPINMA. Ramai? tentu saja..
     kembali ke lapangan upacara. Pengarahan, cek peserta, serta do'a bersama telah dilaksanakan. Tibalah waktunya memasuki bus dan meninggalkan kampus Insan Cendekia.
     02.00 WIB
Kami pergi untuk kembali....
[beberapa menit kemudian]

krik..krik.. sepi
Semua kembali terlelap dalam indahnya mimpi. Begitu pula dengan saya. Tiba-tiba bus berhenti, terasa udara dalam bus dingin menusuk tulang. Ternyata kami telah tiba di pelabuhan merak, kala itu waktu menunjukkan pukul 04.20.

Lama kami menunggu, akhirnya bus kamipun memasuki kapal penyebrangan selat Sunda. Kapal Menggala tepatnya.
            Tujuan utama pagi itu setelah memasuki kapal adalah mencari mushola. Tentunya untuk melaksanakan kewajiban subuh. Ternyata mushola ada di puncak kapal. Sambil menunggu mengambil wudhu, saya dan beberapa teman berjalan berkeliling kapal. Subhanallah.. indah sekali alam ciptaan-Nya. Kami bisa melihat dengan jelas indahnya alam dari atas sana.

[di tengah laut, Selat Sunda]
Hari itu cuaca benar-benar bersahabat. Tak ada gelombang besar, tak ada hujan dan awan hitam. Terlihat sunrise yang begitu menawan dari ufuk timur. Itulah, saat-saat matahari mulai menyingsingkan sinarnya. Sinar yang berusaha menembus gumpalan awan pagi. Mencari celah tuk bangkitkan kehidupan. Pagi yang indah.
Tak terasa, pelabuhan Bakauheuni telah nampak di depan mata. Tugu selamat datang Lampung nampak begitu kokoh di atas daratan sana. Dan…
07.30 WIB
[pelabuhan Bakauheuni]
            Kapal kamipun tiba di pelabuhan Bakauheuni. Sebelum kembali ke bus, kami berfoto bersama se-angkatan, yang kemudian dilanjutkan dengan foto kelas masing-masing. Kapalpun kemudian merapat ke pelabuhan. Bus kami mengantre kluar bersama dengan truk-truk besar. Di ujung sana, Pulau Jawa sudah tak terlihat. Dan inilah tanah Sumatera… akhirnya..

Gus Dur: Sang bapak Tionghoa

Siapa yang tak kenal dengan Gus Dur? Sapaan akrab untuk Kiai Haji Abdurrahman Wahid berciri khas pakaian sederhana, peci dan sarung. Tentu kita semua mengenalnya. Ya, dibalik sosok beliau yang sederhana beliau adalah seorang tokoh Muslim dan cendekiawan Indonesia sekaligus pemimpin politik yang menjadi Presiden Indonesia keempat dari tahun 1999 hingga 2001 menggantikan Presiden B. J. Habibie setelah dipilih oleh MPR hasil Pemilu 1999.
Gus Dur lahir di Jombang, Jawa Timur pada tangggal 7 September 1940. Beliau meninggal pada tanggal 30 Desember 2009 di usia 69 tahun. Siapa sangka, nama asli Gus Dur sebenarnya bukanlah nama panjang yang seperti kebanyakan orang tahu yakni Abdurrahman Wahid. Gus Dur lahir dengan nama Abdurrahman Addakhil. "Addakhil" sendiri berarti "Sang Penakluk". Namun, nama "Addakhil" ini tidak cukup dikenal oleh kebanyakan orang karena itu kemudian diganti dengan  nama "Wahid", dan kemudian beliau lebih dikenal dengan panggilan Gus Dur. Mengapa sapaan beliau menjadi Gus Dur? Karena "Gus" sendiri adalah panggilan kehormatan khas pesantren di Jawa kepada seorang anak kiai, yang memiliki arti sama dengan abang atau mas (red:Jawa). [1]
Gus Dur adalah putra dari seorang tokoh Muslim Indonesia, K.H. Wahid Hasyim terlibat juga dalam gerakan Nasionalis dan kemudian menjadi Menteri Agama pada tahun 1949. Ibunya adalah Ny. Hj. Sholehah, beliau adalah putri pendiri Pondok Pesantren Denanyar Jombang. Meski berlatar belakang pesantren, oleh ayahnya, Gus Dur tak hanya diajarkan tentang ilmu agama, melainkan juga diajarkan membaca buku non-Muslim, majalah, dan koran untuk memperluas pengetahuannya. Selain itu, kemampuan tulis menulis yang beliau miliki, membawa beliau kepada pekerjaan pertamanya yakni menjadi seorang jurnalis di beberapa majalah seperti Horizon dan Majalah Budaya Jaya.[2]
Di bidang agama, Gus Dur dikenal sebagai sosok pemimpin Nahdlaul Ulama. Meneruskan latar belakang keluarganya dalam NU, oleh keluarga besarnya diminta untuk berperan aktif dalam menjalankan organisasi NU. Permintaan ini berlawanan dengan keinginan Gus Dur untuk menjadi seorang intelektual publik. Beliau dua kali menolak tawaran bergabung dengan Dewan Penasehat Agama NU. Namun, Gus Dur akhirnya menerima tawaran bergabung dengan Dewan tersebut setelah kakeknya, Bisri Syansuri, memberinya tawaran ketiga. Karena mengambil pekerjaan ini, Gus Dur kemudian memilih pindah dari Jombang ke Jakarta dan menetap di sana.
Makin lama, karir beliau semakin melonjak hingga beliau terpilih menjadi Presiden RI ke-4 yang pada saat itu menggantikan posisi Presiden B.J Habibie. Kepemimpinan Gus Dur pun mendapat banyak dukungan dari berbagai pihak. Tak hanya dukungan dari golongan Muslim, Gus Dur juga mendapat dukungan dari masyarakat Tionghoa karena pada bulan Januari 2001, Gus Dur mengumumkan bahwa Tahun Baru Cina (Imlek) menjadi hari libur nasional. Tindakan ini diikuti dengan pencabutan larangan penggunaan huruf Tionghoa. Kebijakan Gus Dur ini didasari karena beliau menyatakan bahwa beliau juga merupakan keturunan Tionghoa. Gus Dur secara terbuka pernah menyatakan bahwa ia memiliki darah Tionghoa. Gus Dur mengaku bahwa ia adalah keturunan dari Tan Kim Han yang menikah dengan Tan A Lok, saudara kandung Raden Patah (Tan Eng Hwa), pendiri Kesultanan Demak. Kemudian, Gus Dur dinobatkan sebagai "Bapak Tionghoa" oleh beberapa tokoh Tionghoa Semarang di Kelenteng Tay Kak Sie, Gang Lombok, yang selama ini dikenal sebagai kawasan Pecinan pada tanggal 10 Maret 2004.[3]
Begitulah sosok seorang Gus Dur yang seringkali juga menciptakan berbagai kontroversi dari setiap kebijakan yang beliau ambil. Namun, perjalanan hidup tak selalu mulus. Masa kepemimpinan Gus Dur berakhir pada Sidang Istimewa MPR pada tahun 2001. Tepat pada tanggal 23 Juli 2001, kepemimpinannya digantikan oleh Megawati Soekarnoputri setelah mandatnya dicabut oleh MPR.





[1] http://id.wikipedia.org/wiki/Abdurrahman_Wahid
[2] http://id.wikipedia.org/wiki/Abdurrahman_Wahid

Pancasila: Dari Sejarah Hingga Masalah

Siapa yang tidak mengenal Pancasila? Dari jenjang pendidikan dasar hingga perkuliahan, bangsa Indonesia telah dikenalkan dengan Pancasila. Bahkan, pendidikan Pancasila merupakan salah satu mata pelajaran yang wajib ada dalam tiap jenjang pendidikan. Sebagian orang menganggap bahwa Pancasila begitu sakral, suatu yang begitu dihormati, wajib dihafal dan dipatuhi tentang apa yang telah diatur di dalamnya. Sebagian yang lain menganggap bahwa Pancasila hanyalah merupakan kenang-kenangan sejarah yang kemudian dijadikan sebagai dasar negara Indonesia, pihak ini tidak menentang, tapi hanya tak peduli. Namun, di lain pihak muncul orang-orang yang tidak sepihak atau menolak akan adanya Pancasila sebagai dasar negara Indonesia.
Dalam pelajaran sejarah telah dijelaskan tentang Partai Komunis Indonesia yang menginginkan mengganti ideologi Pancasila dengan ideologi Komunis. Begitu pula dengan kasus kudeta DI/TII yang ingin memisahkan diri dari Indonesia dan mendirikan sebuah negara Islam yang sesuai dengan syariat Islam. Atau kasus pemberontakan tentara GAM yang terjadi di Aceh. Semua pemberontakan tersebut terjadi karena penolakan pihak-pihak tertentu terhadap Pancasila yang dijadikan sebagai dasar negara.
Lalu, apakah sebenarnya Pancasila itu sendiri? Berdasarkan terjemahan bebas Wikipedia, Pancasila adalah ideologi dasar bagi negara Indonesia. Nama ini terdiri dari dua kata dari Sanskerta: panca berarti lima dan sila berarti prinsip atau asas. Pancasila merupakan rumusan dan pedoman kehidupan berbangsa dan bernegara bagi seluruh rakyat Indonesia. Pancasila sendiri memiliki sejarang yang cukup panjang. Pancasial pertama kali dirumuskan pada sidang pertama BPUPKI yang dilaksanakan pada tanggal 29 Mei – 1 Juni. Sidang ini dilaksanakan untuk membicarakan tentang dasar ideologi bangsa Indonesia setelah merdeka.
Dalam upaya perumusan  Pancasila sebagai dasar negara yang resmi, terdapat beberapa usulan pribadi yang dikemukakan oleh beberapa tokoh dalam sidang BPUPKI yaitu :
  • ·         Lima Dasar, merupakan rumusan yang diusulkan oleh Muhammad Yamin yang berpidato pada tanggal 29 Mei 1945. Dalam pidatonya tersebut, Muhammad Yamin merumuskan lima dasar sebagai berikut: Peri Kebangsaan, Peri Kemanusiaan, Peri Ketuhanan, Peri Kerakyatan, dan Kesejahteraan Rakyat. Dia menyatakan bahwa kelima sila yang dirumuskan itu berakar pada sejarah, peradaban, agama, dan hidup ketatanegaraan yang telah lama berkembang di Indonesia.
  • ·         Panca Sila, merupakan rumusan yang diusulkan  oleh Soekarno yang dikemukakan pada tanggal 1 Juni 1945 dalam pidato spontannya yang kemudian dikenal dengan judul "Lahirnya Pancasila". Soekarno mengemukakan dasar-dasar Pancasila sebagai berikut: Kebangsaan, Internasionalisme, Mufakat, dasar perwakilan, dasar permusyawaratan, Kesejahteraan dan Ketuhanan. Nama Pancasila diucapkan oleh Soekarno dalam pidatonya pada tanggal 1 Juni, dalam pidatonya tersebut, Soekarno berkata:

“Sekarang banyaknya prinsip: kebangsaan, internasionalisme, mufakat, kesejahteraan, dan ketuhanan, lima bilangannya. Namanya bukan Panca Dharma, tetapi saya namakan ini dengan petunjuk seorang teman kita ahli bahasa - namanya ialah Pancasila. Sila artinya azas atau dasar, dan diatas kelima dasar itulah kita mendirikan negara Indonesia, kekal dan abadi.[1]

Demikianlah, lewat proses persidangan yang dilakukan BPUPKI selama tiga hari tersebut, akhirnya Pancasila yang sebelumnya dicetuskan oleh Soekarno tersebut berhasil dirumuskan dan dicantumkan dalam Undang-Undang Dasar 1945, yang kemudian disahkan dan dinyatakan sebagai dasar negara dan ideologi Indonesia merdeka pada tanggal 18 Agustus 1945.
Namun, sejauh ini telah terjadi berbagai protes atau pemberontakan dari beberapa kalangan tertentu menolak ditetapkannya Pancasila sebagai dasar negara Indonesia. Penolakan yang sangat nampak adalah dari pihak agamis. Para pemuka Islam dalam sidang Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan (BPUPKI) telah menyatakan menerima gagasan Pancasila Soekarno sebagai dasar negara Indonesia merdeka karena adanya jaminan “pelaksanaan syari’at Islam bagi pemeluknya” yang tertuang dalam sila pertama.
Ketika mengemukakan dasar mufakat, dasar perwakilan, dasar permusyawaratan, Soekarno menyatakan bahwa inilah (Pancasila) tempat yang terbaik untuk memelihara agama. Ia mengajak pemuka-pemuka Islam agar turut aktif agar tercipta hukum negara yang sesuai dengan syari’at Islam. Dengan prasangka baik itulah, maka para pemuka Islam menerima gagasan Pacasila Soekarno. Di satu pihak, umat Islam Indonesia merasa puas dengan adanya sila pertama, namun di pihak lain, umat agama selain Islam merasa dirugikan dan tidak dihargai karena adanya kalimat “pelaksanaan syari’at Islam bagi pemeluknya” dalam sila pertama. Untuk itulah kemudian sila pertama diubah menjadi “Ketuhanan yang Maha Esa”, hal ini membuat para pemeluk agama lain di luar islam merasa puas dan merasa dihargai.
Selain itu, kita juga mengetahui bahwa selain keberagaman agama di Indonesia juga terdapat berbagai macam suku bangsa, adat istiadat. Dengan kondisi yang begitu heterogen itulah dibutuhkan sebuah ideologi yang netral namun dapat mengayomi berbagai keragaman yang ada di Indonesia. Karena itu dipilihlah Pancasila sebagai dasar negara. ­­Dan­­­ seperti yang telah dibahas dalam paragrap sebelumnya, inti masalah pada saat ini adalah bunyi dan butir pada sila pertama. Sedangkan sejauh ini tidak ada pihak manapun yang secara terang-terangan menentang bunyi dan butir pada sila kedua hingga ke lima.
Keberagaman agama dan pemeluk agama di Indonesia menjadi sebuah kenyataan yang tak terbantahkan. Kenyataan ini menuntut adanya kesadaran dari setiap pemeluk agama untuk menjaga keharmonisan hubungan di antara mereka. Yang harus disadari adalah bahwa bangsa Indonesia hidup dalam sebuah masyarakat dengan keyakinan agama yang beragam. Dengan demikian, semestinya tak ada satu kelompok pemeluk agama yang mau menang sendiri.




[1] http://id.wikipedia.org/wiki/Pancasila

Selasa, 23 September 2014

INTEGRASI VERTIKAL DAN TRANSACTION COST DALAM KASUS KEPEMILIKAN SILANG SAHAM PT.TELKOMSEL DAN PT. INDOSAT


 INTEGRASI VERTIKAL DAN
TRANSACTION COST DALAM KASUS
KEPEMILIKAN SILANG SAHAM
PT.TELKOMSEL DAN PT. INDOSAT
(DIBUAT UNTUK MEMENUHI TUGAS AKHIR EKONOMI KELEMBAGAAN)




Oleh:
Novi Mubasyirotun Ni’mah
12/335859/EK/19061


Fakultas Ekonomika dan Bisnis
Universitas Gadjah Mada
2014

A.     PENDAHULUAN
Pada dasarnya kepemilikan silang dan monopoli dalam industri telekomunikasi sudah terjadi semenjak tahun 1990an. Pada saat itu, kepemilikan silang malah diciptakan sendiri oleh pemerintah dengan menetapkan UU No. 3 tahun 1989 dimana perusahaan telekomunikasi harus bekerja sama secara patungan dengan Indosat atau Telkom atau keduanya. Akibatnya, lahirlah operator-operator seluler  seperti Satelindo dan Telkomsel. Namun kemudian undang-undang tersebut dihapuskan dan digantikan dengan UU No. 5 tahun 1999 tentang Larangan Praktik Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak Sehat.
Sampai tahun 2000an masih ada perusahaan yang memiliki saham di kedua perusahaan tersebut, salah satu perusahaan yang memiliki saham di Indosat dan Telkom adalah Temasek. Temasek adalah perusahaan telekomunikasi asal Singapura yang menguasai Telkom (melalui Singtel) sebesar 35% dan Indosat (melalui STT Telemedia) sebesar 42%.
Pada 19 November 2007 KPPU menetapkan bahwa Temasek telah melanggar UU antimonopoli dengan kepemilikan silang saham di dua perusahaan telekomunikasi Indonesia.

B.      ISI
Pada tahun 2007 Temasek dinilai oleh KPPU telah melanggar UU No. 5 tahun 1999 tentang Larangan Praktik Monopoli Dan Persaingan Usaha Tidak Sehat karena kepemilikan silang saham di dua perusahaan telekomunikasi Indonesia yakni Telkom san Indosat. Dalam dugaan pelanggaran dinyatakan bahwa Temasek memiliki saham mayoritas pada dua perusahaan yang melakukan kegiatan usaha dalam bidang yang sama pada pasar yang menyebabkan penguasaan secara dominan.
Pada prakteknya, memang Temasek tidak memiliki saham secara langsung di Indosat dan atau Telkom, namun kepemilikan sahamnya lewat Singtel dan STT yang merupaka anak perusahaan yang mengantongi saham masing-masing 35% di telkomsel dan 42% di Indosat.
 Putusan KPPU tentang persoalan monopoli dalam bidang penyediaan layanan telekomunikasi yang melibatkan Telkomsel dan Temasek cukup menarik perhatian. Telkomsel merupakan perusahaan telekomunikasi yang dimiliki oleh Singtel dimana 35% sahamnya dimiliki oleh Temasek. Empat tahun lebih setelah Indosat diakuisisi oleh Temasek malalui anak perusahaannya, berdasarkan penilaian KPPU akuisisi tersebut telah mengakibatkan menurunnya tingkat persaingan di pasar telekomunikasi dan merugikan konsumen telepon seluler. Bukti dominasi Telkomsel dan Indosat tersebut adalah pangsa pasar keduanya mencapai 83,7% sedangkan Excelcomindo hanya 13,5% dan sisanya dperebutkan oleh perusahaan telekomunikasi lain seperti Mobile-8, HCPT dan Natrindo.
Dengan penguasaan pasar sebesar itu dapat dipastikan Temasek memiliki market power untuk mengendalikan pasar, khususnya dalam penentuan tariff. Hal tersebut merupakan turunan dari kemampuan Temasek selaku pemilik saham yang memiliki hak untuk mengangkat direksi dan komisaris di Telkomsel dan Indosat untuk mengisi posisi strategis yang ujung-ujungnya berdampak pada penetapan kebijakan perusahaan terutama dalam sistem pentarifan.
Dengan pertimbangan berdasarkan asas-asas hukum meliputi asas anti kepemilikan saham di dua atau lebih perusahaan pada pasar yang sama, asas anti kartel (larangan perjanjian penetapan harga), asas anti diskriminasi, asas kompetisi yang fair dan asas anti monopoli akhirnya KPPU memberikan sanksi administratif pada Temasek yang sudah terbukti bersalah. Keputusan KPPU mengharuskan Temasek untuk melepaskan sahamnya di salah satu operator tersebut dan memberikan hukuman kepada Telkomsel untuk menurunkan tarifnya sebesar 15%.
 Merujuk pada teori yang telah dikemukakan oleh Williamson, bentuk integrasi vertikal yang dilakukan oleh Temasek melalui Singtel dan STT memang memiliki tingkat efisiensi yang tinggi terhadap usaha perusahaan dalam mencapai market power serta untuk efisiensi biaya transaksi (transaction cost).
Jika Telkomsel dan Indosat mampu menguasai pasar, setelah adanya integrasi vertikal yang dilakukan oleh Temasek dengan pembelian saham di kedua perusahaan tersebut, maka akan terwujud cost efficiency. Jika Temasek hanya memiliki satu diantara kedua perusahaann tersebut, maka untuk memperluas pasar akan memerlukan biaya yang lebih besar.
Integrasi vertikal yang dilakukan oleh Temasek sebagai pelaku ekonomi memang telah mewujudkan motif transaction cost economizing, namun dampak yang ditimbulkan dari kepemilikan silang tersebut menyebabkan market share Telkomsel dan Indoset mencapai lebih dari 50% dan rasionalya mengacu pada praktek monopoli terhadap industri telekomunikasi di Indonesia sebagaimana telah melanggar pasal 26 UU No. 5 tahun 1999.

C.      PENUTUP
Seperti yang dijelaskan oleh Williamson, integrasi vertikal yang dilakukan oleh Temasek dengan mengakuisisi dua perusahaan telekomunikasi besar Indonesia seperti Indosat dan Telkomsel akan mampu meningkatkan market power dan cost efficienc , namun dengan adanya regulasi dalam menerapkan nilai-nilai persaingan, anti monopoli dan penerapan persaingan usaha sehat di kalangan pelaku ekonomi Indonesia, akhirnya integrasi vertikal ini harus menghadapi kritisi bahwa penguasaan lebih dari 50% market share merupakan suatu pelanggaran atas pasal 26 UU No. 5 tahun 1999.

RATIBUL HADDAD LILHABIB ABDULLAH AL-HADDAD






 

ratibul haddad lilhabib abdullah al-haddad
 



Û        بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ. الم. ذَالِكَ الْكِِتَابُ لاَ رَيْبَ فِيْهِ هُدًى لِلْمُتَّقِيْنَ اَلّذِيْنَ يُؤْمِنُوْنَ بِالْغَيْبِ وَيُقِيْمُوْنَ الصَّلاَةَ وَمِمَّا رَزَقْنَاهُمْ يُنْفِقُوْنَ. وَالَّذِيْنَ يُؤْمِنُوْنَ بِمَا أُنْزِلَ إِلَيْكَ وَمَا أُنْزِلَ مِنْ قَبْلِكَ وَبِاْلأَخِرَةِ هُمْ يُوْقِنُوْنَ. أُلآئِكَ عَلَى هُدًى مِنْ رَبِّهِمْ وَأُوْلآئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُوْنَ
#           Bismillahirromaanirrohim Alif Laam Miim, Dzaalikal Kitaabu Laa Roiba Fiihi Huudal Lillmuttaqin Alladziina Yu’minuuna Bil Ghoibi Wa Yuqimuunas Sholaata Wamimma Rozaknaahum Yunfiquuna, Walladziina Yu’minuuna Bimaa Unzila Ilaika Wamaa Unzila Min Qoblika Wabil Aaakhiroti Hum Yuuqinuun, Ulaaika ’Alaa Hudam Mirrobbihim Wa Ulaaika Humul Muflihuun
Artinya : Alif Laam Miin. Itulah Kitab (Al Quran) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertaqwa. Yaitu mereka yang beriman kepada yang ghaib yang mendirikan shalat dan menafkahkan sebahagian rezki  yang Kami anugerahkan kepada mereka. Dan mereka yang beriman kepada kitab (Al Quran) yang telah diturunkan kepadamu dan Kitab-Kitab yang telah diturunkan sebelummu serta mereka yakin akan adanya (kehidupan) akhirat. Mereka Itulah yang tetap mendapat petunjuk dari Tuhan mereka, dan merekalah orang-orang yang beruntung
Û        وَإِلَهُكُمْ إِلَهٌ وَاحِدٌ لاَ إِلَهَ إِلاَّ هُوَ الرَّحْمَنُ الرَّحِيْم

#           Wa Ilaahukum Ilaahuw Waahid Laa Ilaaha Illah Huwar Rohmaanur Rohim
Artinya : Dan Tuhanmu adalah Tuhan yang Esa, Tiada Tuhan kecuali Dia Yang Maha Pengasih Lagi Maha Penyayang
Û        اَللَّهُ لاَ إِلَهَ إِلاَّ هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ لاَ تَأْخُذُهُ سِنَةٌ وَلاَ نَوْمٌ لَهُ مَا فِي السَّمَوَاتِ وَمَا فِي اْلأَرْضِ مَنْ ذَا الَّذِي يَشْفَعُ عِنْدَهُ إِلاَّ بِإِذْنِهِ يَعْلَمُ مَا بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ وَلاَ يُحِيطُونَ بِشَيْءٍ مِنْ عِلْمِهِ إِلاَّ بِمَا شَاءَ وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمَوَاتِ وَاْلأَرْضَ وَلاَ يَئُودُهُ حِفْظُهُمَا وَهُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيمُ.
#           Allahu Laa Ilaaha Illa Huwal Hayyul Qoyyum, Laa Ta'khu Dzuhu Sinatuw Walaa Naum, Lahu Maa Fis Samaawaati Wal Ardhi, Man Dzal Ladzi Yasy Fa’u ‘Indahu Illa Bi Idzihi, Ya’lamu Maa Baina Aidihim Wamaa Kholfihim Walaa Yuhiituna Bi Sya’in Min Ilmihi Illa Bimaa syaa’a, Wasi’a Kursiyuhus Samaawati War Ardh Walaa Ya Uudhuhu Hifdzuhuma Wa Huwal ‘Aliyyul ‘Adzim”.
Artinya : Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia yang hidup kekal lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya); tidak mengantuk dan tidak tidur. Kepunyaan-Nya apa yang di langit dan di bumi. tiada yang dapat memberi syafa'at di sisi Allah tanpa izin-Nya? Allah mengetahui apa-apa yang di hadapan mereka dan di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang dikehendaki-Nya. Kursi Allah meliputi langit dan bumi. dan Allah tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Allah Maha Tinggi lagi Maha besar.
Û        لِلَّهِ مَا فِي السَّمَوَاتِ وَمَا فِي اْلأَرْضِ وَإِنْ تُبْدُوْا مَا فِيْ أَنْفُسِكُمْ أَوْ تُخْفُوْهُ يُحَاسِبْكُمْ بِهِ اللَّهُ فَيَغْفِرُ لِمَنْ يَشَآءُ وَيُعَذِّبُ مَنْ يَشَاءُ وَاللَّهُ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِير, أَمَنَ الرَّسُولُ بِمَا أُنْزِلَ إِلَيْهِ مِنْ رَبِّهِ وَالْمُؤْمِنُوْنَ كُلٌّ أَمَنَ بِاللَّهِ وَمَلآئِِكَتِهِ وَكُتُبِهِ وَرُسُلِهِ لاَ نُفَرِّقُ بَيْنَ أَحَدٍ مِنْ رُسُلِهِ وَقَالُوْا سَمِعْنَا وَأَطَعْنَا غُفْرَانَكَ رَبَّنَا وَإِلَيْكَ الْمَصِيرُ, لاَ يُكَلِّفُ اللَّهُ نَفْسًا إِلاَّ وُسْعَهَا لَهَا مَا كَسَبَتْ وَعَلَيْهَا مَا اكْتَسَبَتْ, رَبَّنَا لاَ تُؤَاخِذْنَا إِنْ نَسِيْنَا أَوْ أَخْطَأْنَا رَبَّنَا وَلاَ تَحْمِلْ عَلَيْنَا إِصْرًا كَمَا حَمَلْتَهُ عَلَى الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِنَا رَبَّنَا وَلاَ تُحَمِّلْنَا مَا لاَ طَاقَةَ لَنَا بِهِ وَاعْفُ عَنَّا وَاغْفِرْ لَنَا وَارْحَمْنَا أَنْتَ مَوْلاَنَا فَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِيْنَ.
#           Lillahi Maa Fis Samaawaati Wamaa Fil Ardhi Wa In Tubduu Maa Fii Anfusikum Au Tukh Fuuhu Yuhaa Sibkum Bihillah Fayaghfiru Limay Yasya’ Wa Yu’adz Zibu May Yasya’ Wallahu ‘Alaa Kulli Sya’in Qodir, Aamanar Rosuulu Bimaa Unzila Ilaihi Mir Robbihi Wal Mu’minuun, Kullun Aamana Billahi Wa Malaaikatihi Wa Kutubuhi Wa Rosulihi Laa Nufarriku Baina Ahadim Mir Rosulih, Waqoolu Sami’na Wa Atho’na Ghufroo Naka Robbana Wa Ilaikal Mashir, Laa Yukallifullahu Nafsan Illa Wus ‘Aha , Lahaa Maa Kasabat Wa ‘Alaiha Mak Tasabat, Robbanaa Laa Tu’aakhidzna In Nasiina Au Akh Tho’na Robbana Walaa Tahmil Alaina Isron Kamaa Hamaltahu ‘Alaal Ladziina Min Qoblina Robbana Walaa Tuhammilna Maa Laa Thooqota Lanaabih Wa’fu Anna Waghfir lanaa Warhamna Anta Maulanaa Fanshurnaa ‘Alaal Qaumil Kaafirin”.
Artinya : Kepunyaan Allah-lah segala apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. dan jika kamu melahirkan apa yang ada di dalam hatimu atau kamu menyembunyikan, niscaya Allah akan membuat perhitungan dengan kamu tentang perbuatanmu itu. Maka Allah mengampuni siapa yang dikehandaki-Nya dan menyiksa siapa yang dikehendaki-Nya; dan Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.
Rasul telah beriman kepada Al Quran yang diturunkan kepadanya dari Tuhannya, demikian pula orang-orang yang beriman. semuanya beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya dan rasul-rasul-Nya. (mereka mengatakan): "Kami tidak membeda-bedakan antara seseorangpun (dengan yang lain) dari rasul-rasul-Nya", dan mereka mengatakan: "Kami dengar dan Kami taat." (mereka berdoa): "Ampunilah Kami Ya Tuhan Kami dan kepada Engkaulah tempat kembali."
Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. ia mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya dan ia mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya. (mereka berdoa): "Ya Tuhan Kami, janganlah Engkau hukum Kami jika Kami lupa atau Kami tersalah. Ya Tuhan Kami, janganlah Engkau bebankan kepada Kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami. Ya Tuhan Kami, janganlah Engkau pikulkan kepada Kami apa yang tak sanggup Kami memikulnya. beri ma'aflah kami; ampunilah kami; dan rahmatilah kami. Engkaulah penolong Kami, Maka tolonglah Kami terhadap kaum yang kafir."
Û        لآَإِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لآ شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ، يُحْيِى وَيُمِيْتُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْئٍ قَدِيْرٌ (3×).
#           La Ilaaha Illallahu Wahdahu La Syariikalahu Lahul Mulku Walahul Hamdu Yuhyi Wayumiitu Wahuwa 'Alaa Kulli Sya’in Qodiir (3x).
Artinya : “Tiada Tuhan melainkan Allah, Esa tiada sekutu baginya. Baginyalah kekuasaan dan baginyalah pula segala pujian, Ia yang menghidupkan dan Ia pula yang mematikan dan Dia Maha Berkuasa atas segala sesuatu”.
Û        سُبْحَانَ اللهِ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ وَلآ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ (3×).
#           Subhaanallahi Walhamdu Lillahi Walaa Ilaaha Illallahu Wallahu Akbar (3x).
Artinya : “Maha Suci Allah, segala puji bagi Allah, Tiada Tuhan yang patut disembah melainkan Allah dan Allah Maha Besar”.
Û        سُبْحَانَ اللهِ وَبِحَمْدِهِ سُبْحَانَ اللهِ الْعَظِيْمِ (3×).
#           Subhaanallahi Wabihamdihi Subhaanallahil 'Adzhim (3x)
Artinya : “Maha Suci Allah, dan segala puji bagi Allah, Maha Suci Allah Yang Maha Agung
Û        رَبَّناَاغْفِرْلَنَا وَتُبْ عَلَيْنَا اِنَّكَ اَنْتَ التَّوَّابُ الرَّحِيْمِ (3×).
#           Robbanagh Firlanaa Watub 'Alaina Innaka Antat Tawwabur Rohim (3x)
Artinya : “Ya Allah berilah kami ampunan, terimalah taubat kami. Sesungguhnya Engkau Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang.
Û        أَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدْ اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَيْهِ وَسَلِّمْ (3×).
#           Allahumma Sholli 'Alaa Muhammad Allahuma Sholli 'Alaihi Wasallim (3x)
Artinya : “Ya Allah limpahkan rahmat dan salam sejahtera untuk junjungan Kami Muhammad SAW”.
Û        أَعُوْذُ بِكَلِمَاتِ اللهِ التَّامَّاتِ مِنْ شَرِّ مَاخَلَقَ (3×).
#           A 'Uudzu Bikalimaatillahit Tammaati Min Syarrima Kholaq (3x)
Artinya : “Aku berlindung dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna dari segala bentuk kejahatan yang ia ciptakan”.
Û        بِسْمِ اللهِ الَّذِيْ لاَ يَضُرُّ مَعَ اسْمِهِ شَيْئٌ فِى اْلأَرْضِ وَلاَ فِى السَّمَاءِ وَهُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ (3×).
#           Bismillahil Ladzi Laa Yadhurru Ma 'Asmihi Syai'un Fir Ardhi Walaa Fissamaa'i Wahuwas Samii'ul 'Alim(3x).
Artinya : ‘Dengan nama Allah yang tidak akan bermudharat sesuatu apapun beserta namaNya di permukaan bumi, tidak juga di langit dan Dia Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui”.
Û        رَضِيْنَا بِاللهِ رَبًّا وَبِالاِسْلاَمِ دِيْنًا وَبِمُحَمَّدٍ نَبِيًّا(3×).
#           Rodhiina Billahi Robban Wabil Islaami Diinan Wabi Muhammadin Nabiyya (3x).
Artinya : “Kami rela Allah Tuhan kami, Islam sebagai agama, dan Nabi Muhammad sebagai Nabi”.
Û        بِسْمِ اللهِ وَالْحَمْدُ للهِ وَالْخَيْرُ وَالشَّرُّ بِمَشِيْئَةِ اللهِ (3×).
#           Bismillahi Walhamdu Lillahi Wal Khoir Wassyarru Bimasyi Atillahi (3x).
Artinya : “Dengan nama Allah, segala puji bagi Allah, kebaikan dan keburukan sesuai dengan kehendak Allah”.
Û        آَمَنَّا بِاللهِ وَالْيَوْمِ اْلآخِرِ تُبْنَا اِلَى اللهِ بَاطِنًا وَظَاهِرًا (3×).
#           Aamanna Billahi Wal Yaumil Aakhir Tubnaa Ilallahi Baathina Wadzhoohir (3x).
Artinya : “Kami beriman kepada Allah dan hari akhir dan kami bertaubat kepada Allah secara lahiriah dan batiniah”.
Û        يَا رَبَّنَا وَاعْفُ عَنَّا وَامْحُ الَّذِيْ كَانَ مِنَّا (3×).
#           Yaa Robbana Wa'fu Anna Wamhul Ladzii Kaana Minna (3x).
Artinya : “Wahai Tuhan kami, maafkanlah kesalahan kami dan hapuskanlah dosa-dosa yang ada pada diri kami”.
Û        يَاذَا الْجَلاَلِ وَاْلإِكْرَامِ أَِمتْنَا عَلَى دِيْنِ اْلإِسْلاَمِ (7×).
#           Yaa Dzal Dzalaali Wal Ikrom Amitnaa 'Alaa Diinil Islam (7x).
Artinya : “Wahai zat yang memiliki ke-agungan dan kemuliaan, wafatkanlah kami dalam keadaan beragama Islam”.
Û        يَا قَوِيُّ يَا مَتِيْنُ إِكْفِ شَرَّ الظَّالِمِيْنَ (3×).
#           Yaa Qowiyyu Yaa Matiinu Ikfi Syarrodz Dzolimiin (3x)
Artinya : “Wahai Zat Yang Maha  kuat lagi  Maha  perkasa, Lindungilah aku dari keja­ha­tan orang-orang yang zalim”.
Û        اَصْلَحَ اللهُ اُمُوْرَ الْمُسْلِمِيْنَ صَرَفَ اللهُ شَرَّ الْمُؤْذِيْنَ (3×).
#           Ash Lahallalhu Umuurol Muslimin Sharofallahu Syarrol Mu'dzin (3x).
Artinya : “Semoga Allah memperbaiki kepentingan dan urusan kaum muslimin dan menyingkirkan kejahatan orang-orang yang mengganggu”.
Û        يَا عَلِيُّ يَا كَبِيْرُ يَا عَلِيْمُ يَا قَدِيْرُ يَا سَمِيْعُ يَا بَصِيْرُ ß ( أَلله) يَا لَطِيْفُ يَا خَبِيْرُ (3×).
#           Yaa 'Aliyyu Yaa Kabiir Yaa 'Aliimu Yaa Qoodir Yaa Samii'u Yaa Bashiir (Allah) Yaa Lathifu Yaa Khobir (3x).
Artinya : “Wahai zat Yang Maha Tinggi lagi Maha Besar, Maha Mengetahui lagi Maha Kuasa, Wahai zat Yang Maha Mendengar lagi Maha Melihat, Wahai zat Yang Maha Halus lagi Maha Mengetahui”.
Û        يَافَارِجَ الْهَمِّ يَاكَاشِفَ الغَمِّ يَامَنْ لِعَبْدِهِ يَغْفِرُ وَيَرْحَمُ (3×).
#           Yaa Farrijal Ham Yaa Kaa Syifal Ghroom Yaa Man Li 'Abdihi Yaghfirru Wayarham (3x).
Artinya : “Wahai zat yang melepaskan kegelisahan dan menyingkap kegundahan, wahai zat yang Maha Mengampuni dan Mengasihi hambanya”.
Û        أَسْتَغْفِرُ اللهَ رَبَّ الْبَرَايَا أَسْتَغْفِرُ اللهَ منَ الْخَطَايَا (4×).
#           Astaghfirullah Robbal Barooya Astaghfirullah Minal Khotooya(3x)
Artinya : “Saya memohon ampunan dari Allah Tuhan para makhluk, saya memohon ampunan dari Allah atas segala kesalah­an”.
Û        الْحَقِّ الْمَعْبُوْدْ : لآاِلَهَ اِلاَّ اللهُ - لآ اِلَهَ اِلاَّ اللهُ 
(25×دوا-دوا ساتو نفاس)
#           Al-Haggil Ma'buud ---> Laa Ilaaha Illallahu Laa Ilaaha Illallah (25x dua-dua satu nafas)
Artinya : Dialah ( Allah) yang sebenarnya yang patut disembah :
“Tiada Tuhan selain Allah - Tiada Tuhan selain Allah”.
Û        لآ اِلَهَ اِلاَّ اللهُ مُحَمَّدُ الرَّسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمْ, وَشَرَّفَ وَ كَرَّمَ وَمَجَدَّ وَعَظَّمَ وَرَضِيَ اللهُ تَعَالَى عَنْ أَهْلِ بَيْتِهِ اْلطَّيِّبِيْنَ الطَّاهِرِيْنَ وَ أَصْحَابَهِ اْلأَكْرَمِيْنَ وَأَزْوَاجِهِ الطَّاهِرَاتِ أُمَّهَاتِ الْمُؤْمِنِيْنَ وَالتَّابِعِينْ لَهُمْ بِإِحْسَانِ إِلىَ يَوْمِ الدِّيْنِ وَعَنَّا مَعَهُمْ وَفِيْهِمْ بِرَحْمَتِكَ يَاأَرْحَمَ اْلرَّاحِمِيْن.
(كموديان باج : سورة الإخلاص 3× الفلق 1 × الناس 1 × )
#           “Laa Ilaaha Illallah Muhammadur Rosulullah Sholallahu ‘Alaihi Wasallam Wa Syarrofa Wa Karroma Wa Majjada Wa Adzzoma Wa Rodhiyalllah Ta’ala ‘An Ahli Baitihit Thoiyyibiinat Thoohiriin Wa As Haabihil Akromiin Wa Ajwaajihit Thoohirooti Ummahaatil Mu’miniina Wattabi’iina Lahum Bi Ihsaani Ilaa Yaumiddin  Wa’Anna Ma’ahum Wa Fiihim Birohmatika Yaa Arhamar Roohimin”.(Kemudian baca Al-Ikhlas 3X Al-Falaq 1X An-nas 1X)
Artinya : Tiada Tuhan Selain Allah Nabi Muhammad adalah utusan Allah, semoga tambahan Rahmat Ta’zim dari Allah Ta’ala atas-Nya dan tambahan salam dan tambahan kemulyaan dan tambahan keluhuran dan tambahan keagungan dan tambahan kebesaran. Dan semoga Allah Ta’ala meridhoi atas keluargannya nabi yang baik-baik dansuci-suci serta sahabat-sahabat nabi yang mulya-mulya dan istri-isteri nabi yang suci-suci sebagai ibunya orang-orang yang beriman dan juga terhadap para pengikut mereka yang mengikuti dengan kebaikan sampai dengan hari kiamat dan atas kita juga semua dapat disertakan bersama mereka atas rahmat-Mu Ya Allah Wahai Dzat Yang Maha Penyayang dari pada orang-orang yang menyayangi
Û        اَلْفَاتِحَةْ اِلَى رُوحِ سَيِّدِنَا وَ حَبِيْبِنَا وَ شَفِيْعِنَا رَسُوْلِ اللهِ مُحَمَّدِ بْنِ عَبْدِاللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَآلِهِ وَاَصْحَابِهِ وَاَزْوَاجِهِ وَذُرِّيَّتِهِ بِاَنَّ اللهَ يَغْفِرُ لَهُمْ وَيَرْحَمْهُمْ وَ يُعْلِىْ دَرَجَاتِهِمْ فِى الْجَنَّةِ وَ يَنْفَعُنَا بِاَسْرَارِهِمْ وَ اَنْوَارِهِمْ وَعُلُوْمِهِمْ فِى اْلدِّيْنِ وَاْلدُّنْيَا وَ اْلآخِرَةِ وَ يَجْعَلُنَا مِنْ حِزْبِهِمْ وَيَرْزُقْنَا مَحَبَّتَهُمْ وَ يَتَوَفَّانَا عَلَى مِلَّتِهِمْ وَيَحْشُرُنَا فِى زُمْرَتِهِمْ- بِسِرِّ اَلْفَاتِحَةَ : (بَاچَ سُوْرَةُ الْفَاتِحَةْ 1× )
#           Al-Fatehah Ilaa Ruuhi Sayyidina Wa Habiibina Wa Syafii’ina Rosuulillah Muhammad Îbni Âbdillah Sholallahu Âlaihi Wa Aalihi Wa Ashhaabihi Wa Azwaajihi Wadzurriyatihi. Bi Annallaha Yagfiru Lahum Wa Yarhamhum Wa Yu’lii Darojaatihim Fil Jannah Wa Yanfa’unaa Bi Asroorihim Wa Anwaarihim Wa Uluumihim Fiddiini Waddunnya Wal Aakherah Wa Yaj Alunaa Min Hizbihim Wa Yarzuqnaa Mahabbatahum Wa Yatawaffanaa Alaa Millaatihim Wa Yahsyurunaa Fii Zumrootihim Bisirril Faatehah
( Maka baca Al-Fatehah 1 X )
Û        أَلْفَاتِحَةَ لِسَيِّدِنَا وَقُدْوَتِنَا الْفَقِيْهِ الْمُقَدَّمِ مُحَمَّدْ بِنْ عَلِي بَاعَلَوِيْ وَأُصُوْلِهِ وَفُرُوْعِهِ وَجَمِيْعِ سَادَاتِنَا آلِ بَاعَلَوِيْ بِأَنَّ اللهَ يُعْلِي دَرَجَاتِهِمْ فِى الْجَنَّةِ وَيُنَوِّرُ ضَرَائِحَهُمْ وَيُعِيْدُ عَلَيْنَا مِنْ بَرَكاَتِهِمْ وَأَسْرَارِهِمْ وَأَنْوَارِهِمْ فِي الدِّيْنِ وَالدُّنْيَا وَاْلآخِرَةِ. بِسِرِّ الْفَاتِحَةَ.....(باج سورة الفاتحة ساتوكالي)
#           “Al-Fatehah Lisayyidina Waqudwatinal Faqiehil Muqoddam Muhammad Bin Ali Ba'alawi Wa Ushulihi Wa Furu'ihi Wa Jami'i Saadatina Aali Ba'alawi Biannallaha Yu'li Darojaatihim Fil Jannah Wa Yunawwidoro I Ahum Wa Yu'iidu Alaina Min Barokaatihim Wa Asroorihim Wa Anwaarihim Fid Diini Wad Dunnya Wal Aakhiroh, Bisirril Faatehah (Baca Surah Al-Fatehah 1X)”.
Artinya : Al-Fatehah dihadiahkan kepada pemimpin kami dan panutan kami Al-Faqihil Muqoddam Muhammad Bin Ali Ba’alawi beserta para leluhurnya dan para keturunannya dan kepada semua pemimpin kami dari pada keluarga besar Ba’alawi. Semoga Allah Ta’ala meninggikan derajat mereka di dalam surga dan memberikan cahaya didalam kuburan mereka dan semoga Allah Ta’ala mengembalikan kepada kami dari pada keberkatan mereka dan rahasia-rahasia mereka dan cahaya-cahaya mereka di dalam agama dunia dan akherat dengan berkat rahasia suratul faatehah.
Û        أَلْفَاتِحَةَ لِجَمِيْعِ سَادَاتِنَا الصُّوْفِيَةِ وَجَمِيْعِ أَوْلِيَآءِ اللهِ تَعَالَى مِنْ مَشَارِقِ اْلأَرْضِ إِلَى مَغَارِبِهَا بَرِّهَا وَبَحْرِهَا بِأَنَّ اللهَ يُقَدِّسُ أَرْوَاحَهُمْ فِى الْجَنَّةِ وَيُنَوِّرُ ضَرَائِحَهُمْ وَيُعِيْدُ عَلَيْنَا مِنْ بَرَكاَتِهِمْ وَأَسْرَارِهِمْ وَأَنْوَارِهِمْ فِي الدِّيْنِ وَالدُّنْيَا وَاْلآخِرَةِ وَيُلْحِقُنَا بِهِمْ فِى خَيْرٍ وَلُطْفٍ وَعَافِيَةٍ, بِسِرِّ الْفَاتِحَةَ(باج سورة الفاتحة ساتوكالي)
#           “Al-Fatehah Li Jamii'i  Saadatinas Shuufiyati Wa Jamii'i  Auliya'illahi Ta'aala Min Masyaariqil Ardhi Ilaa Maghooribiha Barriha Wa Bahriha Bi Annallaha Yuqoddisu Arwaahahum Fil Jannah Wa Yunawwiru Dhoroo I Ahum Wa Yu'iidu Alaina Min Barokaatihim Wa Asroorihim Wa Anwaarihim Fid Diini Wad Dunnya Wal Aakhiroh,Wa Yulhiquna Bihim Fii Khoirin Wa Luthfin Wa ‘Aafiah, Bisirril Faatehah (Baca Surah Al-Fatehah 1X)”.
Artinya : Al-Fatehah dihadiahkan kepada semua pemimpin kami yang sufi (ahli sufi ) dan kepada semua para wali-wali Allah dari ufuk timur bumi dan baratnya, daratannya dan lautannya, semoga Allah Ta’ala mensucikan arwah-arwah mereka di dalam surga dan memberikan cahaya didalam kuburan-kuburan mereka dan semoga Allah mengembalikan kepada kami dari pada keberkatan mereka dan rahasia-rahasia mereka dan cahaya-cahaya mereka di dalam agama dunia dan akherat dan semoga Allah menjadikan kami sebagai orang-orang yang mengikuti mereka didalam mendapatkan kebaikan kelembutan dan keafiatan dengan berkat rahasia suratul faatehah.
Û        أَلْفَاتِحَةَ لِصَاحِبِ الرَّاتِبِ قُطْبِ اْلإِرْشَادِ وَغَوْثِ الْبِلاَدِ سَيِّدِنَا الْحَبِيْبِ عَبْدِ اللهِ بْنِ عَلْوِى الْحَدَّادِ وَأُصُوْلِهِ وَفُرُوْعِهِ بِأَنَّ للهَ يُقَدِّسُ أَرْوَاحَهُمْ فِى الْجَنَّةِ وَيُنَوِّرُ ضَرَائِحَهُمْ وَيُعِيْدُ عَلَيْنَا مِنْ بَرَكاَتِهِمْ وَأَسْرَارِهِمْ وَأَنْوَارِهِمْ فِي الدِّيْنِ وَالدُّنْيَا وَاْلآخِرَةِ, بِسِرِّ الْفَاتِحَةَ....... (باج الفاتحة ساتوكالي)
#           “Al-Faatehah Lishoohibir Rootib Quthbil Irsyad Wa Ghoutsil Bilaad Sayyidina Al-Habib Abdullah Bin Alwi Al-Haddad Wa Ushulihi Wa Furu'ihi Biannallaha Yuqoddisu Arwaahahum Fil Jannah Wa Yunawwiru Dhoroo I Ahum Wa Yu'iidu Alaina Min Barokaatihim Wa Asroorihim Wa Anwaarihim Fid Diini Wad Dunnya Wal Aakhiroh, Bisirril Faatehah (Baca Al-Fatehah 1X)”.
Artinya : Al-Faatehah di hadiahkan kepada pengarang Ratib Quthbil Irsyad Wa ghoutsil Bilad Tuan kami Al-Habib Abdullah bin Alwi Al-Haddad dan beserta para leluhurnya dan para keturunnya, semoga Allah mensucikan arwah-arwah mereka di dalam surga dan memberikan cahaya didalam kuburan mereka dan mengembalikan kepada kami dari pada keberkahan mereka dan rahasia-rahasia dari mereka dan cahaya-cahaya mereka didalam agama dunia dan akherat dengan berkat rahasia surahtul faatehah
Û        أَلْفَاتِحَةَ لَنَا وَلَكُمْ يَا حَاضِرُوْن َبِأَنَّ اللهَ يُعْطِى كُلَّ سَائِلٍ مِنَّا وَمِنْكُمْ سُؤْلَهُ مَا يَرْضَى اللهَ وَرَسُوْلَهُ وَوَالِدِيْنَا وَوَالِدِيْكُمْ وَمَشَائِخِنَا وَمَشَائِخِكُمْ فِى الدِّيْنِ وَأَمْوَاتِنَا وَأَمْوَاتِكُمْ وَأَمْوَاتِ الْمُسْلِمِيْنَ أَجْمَعِيْنَ بِأَنَّ اللهَ يَغْفِرُ لَهُمْ وَيَرْحَمْهُمْ وَيُسْكِنُهُمُ الْجَنَّةَ وَالْحُجَّاجِ وَالْمُسَافِرِيْنَ وَاْلغُزَّاةِ وَالْمُجَاهِدِيْنَ مِنَ الْمُسْلِمِيْنَ فِى البَرِّ وَالْبَحْرِ أَجْمَعِيْنَ بِأَنَّ اللهَ يُصْحِبُهُمُ السَّلاَمَةَ وَيَرُدُّهُمْ إِلَى أَوْطَانِهِمْ سَالِمِيْنَ غَانِمِيْنَ فِي خَيْرٍ وَعَافِيَةٍ وَيُصْلِحُ أُمُوْرَ الْمُسْلِمِيْنَ وَيَكْفِيْهِمْ شَرَّ الْمُؤْذِيْنَ وَيَتَقَبَّلْ مِنَّا وَمِنْكُمْ وَيَرْزُقُنَا وَإِيَّاكُمْ حُسْنُ الْخَاتِمَةِ عِنْدَ الْمَوْتِ فِي خَيْرٍ وَعَافِيَةٍ وَإِلَى حَضْرَةِ النَّبِيِّ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ, بِسِرِّ الْفَاتِحَةَ...... (باج الفاتحة ساتو كالي)
#           “Al-Faatehah Lanaa Wa Lakum Yaa Haadiruun Bi Annallaha Yu’thi Kulla Saa Ilin Minna Waminkum Su’lahu Maa Yardhollahu Wa Roosuuluh Wa Waalidiina Wa Waalidiikum Wa Masyaa Ikhina Wa Masyaa Ikhikum  FidDiin Wa Amwaatinaa Wa Amwatikum Wa Amwaatil Muslimin Ajmai’in Bi Annallaha Yaghfiru Lahum Wa Yarhamhum Wa Yuskinuhumul Jannah Wal Hujjaj Wal Musyaafirin Wal Ghuujati Wal Mujaahidiin Minal Muslimin Fil Barri Wal Bahri Ajma’in
Bi Annallaha Yus Hibuhumus Salaamah Wa Yarudduhum Ilaa Authoonihim Saalimin Ghoonimin Fii Khoirin Wa Luthfin Wa Aafiah Wa Yuslihu Umuurol Muslimin Wa Yakfiihin Syarrol Mu’dzin Wa Yataqobbal Minna Wa Minkum Wa Yarzuquna Wa Iyyakum Husnul Khootimah ‘Indal Ma’ut Fii Khoirin Waluthfin Wa ‘Aafiah Wa Ilaa Hadhrotin Nabi Muhammad Shalallahu ‘Alaihi Wasallam, Bisirril Faatehah (Baca Surah Al-Faateha 1X)”.
Artinya : Al-Faatehah dihadiahkan kepada kami dan kepada kamu wahai para hadirin, semoga Allah memberikan setiap orang yang meminta dari kami dan dari kamu apa yang dipintanya sesuai dengan apa yang diridhoi oleh Allah Ta’ala dan Rosulnya, juga bagi para orang tua kami dan para orang tua kamu dan juga kepada guru-guru kami dan guru-guru kamu di dalam agama, dan para orang yang meninggal dari kami dan orang yang meninggal dari kamu, dan para orang yang meninggal dari pada kamu muslimin semuanya, semoga Allah mengampuni bagi mereka dan merahmati mereka, dan memberikan kepada mereka tempat tinggalnya berupa surga, dan juga para orang-orang yang menunaikan haji dan para orang-orang musafir dan orang yang berperang di jalan Allah dan para mujahid daripada orang-orang islam di daratan maupun dilautan kesemuanya.
Semoga Allah Ta’ala memberikan kepada mereka keselamatan dan mengembalikan mereka ke negerinya dalam keadaan selamat dan mendapatkan keberuntungan di dalam kebaikan dan keafiatan, dan semoga Allah memperbaiki segala urusan orang-orang muslim dan semoga Allah menjaga mereka dari pada keburukan orang-orang yang mengganggu.Dan semoga Allah menerima dari pada kami dan dari pada kamu dan semoga Allah mengaruniakan kepada kami dan kepada kamu mati dalam kebaikan dan keselamatan, kepada hadrah Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam, dengan berkat rahasia suratul faatehah

الدُّعَاءُ بَعْدَ الْفَوَاتِحَ
Û        بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ اَلْحَمْدُ ِللهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ حَمْدًا يُوَافِى نِعَمَهُ وَيُكَافِي مَزِيْدَهُ يَارَبَّنَا لَكَ الْحَمْدُ كَمَا يَنْبَغِيْ لِجَلاَلِ وَجْهِكَ وَلِعَظِيْمِ سُلْطَانِكَ. أَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَهْلِ بَيْتِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلِّمْ. أَللَّهُمَّ اِنَّا نَسْأَلُكَ بِحَقِّ الْفَاتِحَةِ الْمُعَظَّمَةِ وَسَبْعِ الْمَثَانِيْ وَالْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ اَنْ تَفْتَحَ لَنَا بِكُلِّ خَيْرٍ وَأَنْ تَتَفَضَّلَ عَلَيْنَا بِكُلِّ خَيْرٍ وَأَنْ تَجْعَلَنَا مِنْ أَهْلِ الْخَيْرِ وَأَنْ تُعَامِلَنَا يَا مَوْلاَنَا مُعَامَلَتَكَ ِلأَهْلِ الْخَيْرِ وَأَنْ تَحْفَظَنَا فِى أَدْيَانِنَا وَأَنْفُسِنَا وَأَوْلاَدِنَا وَأَمْوَالِنَا وَأَهْلِنَا وَأَصْحَابِنَا وَأَحْبَابِنَا مِنْ كُلِّ مِحْنَةٍ وَفِتْنَةٍ وَبُؤْسٍ وَضَيْرٍ إِنَّكَ وَلِيُّ كُلِّ خَيْرٍ وَمُتَفَضِّلٌ بِكُلِّ خَيْرٍ وَمُعْطٍ لِكُلِّ خَيْرٍ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ. أَللَّهُمَّ اغْفِرْلَنَا وَلِوَالِدِيْنَا وَلأَوْلاَدِيْنَا وَلِمَشَائِخِنَا فِى الدِّيْنِ وَلِمَنْ أَحْسَنَ إِلَيْنَا وَلِمَنْ أَوْصَانَا بِالدُّعَاءِ وَلِجَمِيْعِ الْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ اْلأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَاْلاَمْوَاتِ. أللَّهُمَّ اغْفِرْلَنَا وَارْحَمْنَا وَارْضَ عَنَّا وَتَقَبَّلَ مِنَّا وَأَدْخِلْنَا الْجَنَّةَ وَنَجِّنَا مِنَ النَّارِ. أَللَّهُمَّ أَصْلِحْ لَنَا شَأْنَنَا كُلَّهُ. أَللَّهُمَّ زِدْنَا وَلاَ تَنْقُصْنَا وَأَكْرِمْنَا وَلاَتُهِنَّا وَأَعْطِنَا وَلاَتَحْرِمْنَا وَارْضِنَا وَارْضَ عَنَّا يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَآلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ وَالْحَمْدُ للهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ.
Do’a Setelah Membaca Susunan Al-Fatehah
#           Bismillaahir Rohmaanir Rohim, Alhamdulilah Robbil ‘Aalamin Hamdan Yuwaafi  Ni’amahu Wa Yukaafi Maziidah Yaa Robbana Lakal Hamdu Kamaa Yanbaghii Lijalaali Wajhika Wa Li’adziimi Sulthoonik, Allahuma Sholli ‘Alaa Saiyyidina Muhammadin Wa’alaa Aalihi Wa Ahli Baitihi Wa Shohbihi Wasallim, Allahumma Inna Nas Aluka Bihaqqil Faatehatil Mu’adzomah Wasab’il Masaani Wal Qur’aanil ‘Adzim, An Taftaha Lana Bikulli Khoir Wa An Tatafadhdola ‘Alaina Bikulli Khoir, Wa Antaj’alana Min Ahlil Khoiri Wa An Tu ‘Aamilana Yaa Maulaana Mu’aamalataka Liahlil Khoir Wa An Tahfadzona Fii Ad Yaanina Wa Anfusina Wa Aulaadina Wa Amwaalina  Wa Ahlina Wa Ash Haabina Wa Ahbaabina Min Kulli Mihnatin Wa Fitnatin Wa Bu’sin Wa Dhoir Innaka Waliyyun Kulli Khoir Wa Mutafaddiliun Bikulli Khoirin Wa Mu’thin Bikulli Khoir Yaa Arhamar Roohimin,
Allahuma Fighlanaa Wa Liwaalidiina Wa Li Aulaadiina Wa Limasya Ikhinaa Fiddiini  Waliman Ahsana Ilaina Waliman Aushoona Biddu’a  Walijamii’il Muslimin Wal Muslimat Wal Mu’miniina Wal Mu’minat Al Ahya’i Minhum Wal Amwat, Allahuma Fighlana Warhamna Wardho’anna Wa Taqobbala Minna  Wa Adkhilnal Jannata Wa Najjina Minannar, Allahumma Ashlih Lana Sya’nana Kullah, Allahumma Zidnaa Walaa  Tankushna Wa Akrimna Walaa Tuhinna  Wa A‘Athina Walaa Tahrimnaa Wardhinaa Wardho’anna Yaa Arhamar Roohimin Wa Sholallahu ‘Alaa Sayyidina Muhammadin Wa Alaa Aalihi Washohbihi Wasallam Wal Hamdulillahi Robbil ‘Aalamin.
Artinya: “Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Segala puji syukur hanyalah milik Allah Tuhan semesta alam, pujian yang menyem­purnakan segala nikmatnya dan mencukupi tambahan anugerahnya.
Wahai Tuhan kami.. bagiMu lah segala pujian yang sepadan dengan ke­agunganMu dan kebesaranMu.
Ya Allah limpahkanlah pula cucuran rahmatMu dan kesejahteraanMu bagi jun­jungan kami Baginda Rasulullah SAW. dan segenap keluarga dan para sahabat beliau.
Ya Allah sesungguhnya kami bermo­hon kepadaMu dengan kebenaran yang ter­kandung dalam Surat Al-Fatihah yang Agung dan Sab’ul Matsani serta keagungan Al-Qur-an agar Engkau berkenan membu­kakan bagi kami segala bentuk kebajikan dan mengkaruniakan kepada kami segala kebajikan tersebut. Dan berkenan pula menjadikan kami tergolong orang-orang yang berbuat kebajikan dan memper­la­kukan kami Ya Allah sebagaimana Engkau memperlakukan orang-orang yang telah berbuat kebajikan, menjaga kami, baik agama kami, jiwa raga kami, anak-anak ,harta, keluarga kerabat, handai taulan dan orang-orang yang kami kasihi dari segala bentuk cobaan, fitnah, keburukan dan marabahaya. Sesungguhnya Engkau adalah zat yang berkuasa atas segala kebajikan dan Engkau pulalah zat yang mengarunia­kan dan menganu­gerahkan kebajikan ter­sebut. Wahai zat yang Maha Pengasih diantara para pengasih.
Ya Allah ampunilah kami, orang tua kami, anak cucu kami, guru-guru pendidik agama kami, orang-orang yang berbuat kebaikan terhadap kami, orang-orang yang berpesan doa dari kami dan segenap kaum muslimin dan muslimat, mukminin dan mukminat baik yang masih hidup ataupun yang telah meninggal.
Ya Allah ampunilah kami, kasihi dan ridhailah kami, terimalah kami, masukkan-ah kami ke dalam syurga dan selamatkanlah kami dari siksa neraka.
Ya Allah perbaikilah segala urusan kami, berikanlah kami nilai tambah dan jangan kurangi kami, muliakanlah kami dan janganlah engkau hinakan kami, anugerahilah kami dan janganlah engkau halangi kami, jadikanlah kami ridha dan ridhailah pula kami, Wahai zat Yang Maha Pengasih diantara para pengasih.
Cucuran rahmat dan salam sejahtera mudah-mudahan Allah limpahkan kepada junjungan kami Baginda Rasulullah Saw. serta para keluarga dan sahabat beliau. Dan segala puji syukur hanyalah milik Allah Tuhan semesta alam.
Û        أَللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ رِضَاكَ وَالْجَنَّةَ وَنَعُوْذُبِكَ مِنْ سَخَطِكَ وَالنَّارِ (3×).
#           Allahumma Innaa Nas Aluka Ridhooka Wal Jannah Wana 'Uudzubika Min Sakhootika Wannar (3x).
Artinya : “Ya Allah kami bermohon kepa-da-Mu, ridha-Mu dan syurga-Mu, dan kami berlindung dengan-Mu dari api neraka”.
Û        يَاعَالِمَ السِّرِّ مِنَّا لاَ تَهْتِكِ السِّتْرَ عَنَّا وَعَافِنَا وَاعْفُ عَنَّا وَكُنْ لَنَا حَيْثُ كُنَّا (3×).
#           Yaa 'Aalimas Syirri Minna  Laa Tahtikis Sitro 'Anna Wa 'Aafina Wa'fu 'Anna Wakullana Haitsu Kunna (3x)
Artinya : “Wahai zat yang mengetahui rahasia kami janganlah Engkau robek tirai kesalahan kami, berikanlah kami afiat dan ha­puskanlah kesalahan kami jadilah engkau beserta kami dimana saja kami ber­ada”.
Û        يَا اَلله بِهَا يَا اَلله بِهَا يَا اَلله بـِحُسْنِ الْخَـاطِمَةْ (3×).
#           Yaa Allah Bihaa Yaa Allah Bihaa Yaa Allah Bihusnil Khootimah (3x).
Artinya : “Yaa Allah dengan keberkahan nama-nama-Mu yang indah matikanlah kami dalam keadaan baik”.
أَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ
Allahumma Sholli 'Alaa Muhammad.
“Ya Allah limpahkanlah sholawat atas baginda Muhammad”
I
أَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَيْهِ وَسَـلِّمْ
Allahumma Sholli 'Alaihi Wasallim
“Ya Allah limpahkanlah pula salam sejahtera baginya”.
أَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ
Allahumma Sholli 'Alaa Muhammad.
“Ya Allah limpahkanlah sholawat atas baginda Muhammad”
I
يَارَبِّ  بَلِّـغْـهُ  الْوَسِـيْلَـةْ
Yaa Robbi Ballighul Wasiilah
“Wahai Tuhanku sampaikanlah ia derajat washilah.”
أَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ
Allahumma Sholli 'Alaa Muhammad.
“Ya Allah limpahkanlah sholawat atas baginda Muhammad”
I
يَارَبِّ خُـصَّـهُ  الْفَضِيْلَةْ
Yaa Robbi Khussohul Fadhiilah
“Wahai Tuhanku prioritaskanlah ia dengan karuniamu”.
أَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ
Allahumma Sholli 'Alaa Muhammad.
“Ya Allah limpahkanlah sholawat atas baginda Muhammad”
I
يارَبِّ وَارْضَ عَنِ الصَّحَابَةْ
Yaa Robbi Wardho 'Anis Shohaabah
“Wahai Tuhanku ridhailah para sahabatnya”.
أَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ
Allahumma Sholli 'Alaa Muhammad.
“Ya Allah limpahkanlah sholawat atas baginda Muhammad”
I
يَارَبِّ وَارْضَ  عَنِ السُّلاَلَةْ
Yaa Robbi Wardho 'Anis Sulaalah
“Wahai Tuhanku ridhailah para keturunan­nya”
أَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ
Allahumma Sholli 'Alaa Muhammad.
“Ya Allah limpahkanlah sholawat atas baginda Muhammad”
I
يَارَبِّ وَارَْضَ عَنِ الْمَشَايِخْ
Yaa Robbi Wardho 'Anil Masyaa'ikh
“Wahai Tuhanku ridhailah para guru dan sesepuh kami”.
أَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ
Allahumma Sholli 'Alaa Muhammad.
“Ya Allah limpahkanlah sholawat atas baginda Muhammad”
I
يَارَبِّ وَارْحَمْ وَالِدِيْنَا(×٣)
Yaa Robbi Warham Waalidiina (3X)
“Wahai Tuhanku kasihanilah orang tua kami”.
أَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ
Allahumma Sholli 'Alaa Muhammad.
“Ya Allah limpahkanlah sholawat atas baginda Muhammad”
I
يَارَبِّ وَارْحَـمْنَا جَـمِيْعَا
Yaa Robbi Warhamnaa Jami'an
“Wahai Tuhanku kasihanilah kami semua­nya”.
أَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ
Allahumma Sholli 'Alaa Muhammad.
“Ya Allah limpahkanlah sholawat atas baginda Muhammad”
I
يَارَبِّ وَارْحَمْ كُلَّ مُـسْلِمْ
Yaa Robbi Warham Kulla Muslim
“Wahai Tuhanku kasihanilah segenap kaum muslimin”.
أَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ
Allahumma Sholli 'Alaa Muhammad.
“Ya Allah limpahkanlah sholawat atas baginda Muhammad”
I
يَارَبِّ وَاغْفِرْ كُلَّ مُـذْنِبْ
Yaa Robbi Waghfir Likulli Mudznib
“Wahai Tuhanku ampunilah seluruh orang yang berbuat dosa.”
أَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ
Allahumma Sholli 'Alaa Muhammad.
“Ya Allah limpahkanlah sholawat atas baginda Muhammad”
I
يَارَبِّ وَارْزُقْنَا  الشَّـهَادَةْ
Yaa Robbi Warzuknas Syahaadah
“Wahai Tuhanku anugerahkanlah kami mati syahid”.
أَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ
Allahumma Sholli 'Alaa Muhammad.
“Ya Allah limpahkanlah sholawat atas baginda Muhammad”
I
يَارَبِّ حُظْنَـا بِالسَّـعَادَةْ
Yaa Robbi Hudznaa Bissa'aadah
“Wahai Tuhanku berikanlah kami bagian dari kebahagiaan”.
أَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ
Allahumma Sholli 'Alaa Muhammad.
“Ya Allah limpahkanlah sholawat atas baginda Muhammad”
I
يَارَبِّ وَاصْلِحْ كُلِّ مُصْلِحْ
Yaa Robbi Waslih Kulli muslih
“Wahai Tuhanku perbaikilah orang yang berbuat kebajikan”.
أَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ
Allahumma Sholli 'Alaa Muhammad.
“Ya Allah limpahkanlah sholawat atas baginda Muhammad”
I
يَارَبِّ وَاكْفِ  كُلَّ مُؤْذِىْ
Yaa Robbi Wakfi Kulla Mu'dzi
“Wahai Tuhanku lindungilah kami dari orang yang bertindak kejahatan (meng­gang­gu)”.
أَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ
Allahumma Sholli 'Alaa Muhammad.
“Ya Allah limpahkanlah sholawat atas baginda Muhammad”
I
يَارَبِّ  بَلِّـغْنَـا نَـزُوْرُهْ
Yaa Robbi Ballighnaa Nazuuruh
“Wahai Tuhanku sampaikanlah kami untuk menziarahinya”.
أَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ
Allahumma Sholli 'Alaa Muhammad.
“Ya Allah limpahkanlah sholawat atas baginda Muhammad”
I
يَارَبِّ تَـغْشَانَـا بِـنُوْرِهْ
Yaa Robbi tagsyaanaa binuurih
“Wahai Tuhanku penuhilah kami, tutupilah kami dengan cahayanya”.
أَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ
Allahumma Sholli 'Alaa Muhammad.
“Ya Allah limpahkanlah sholawat atas baginda Muhammad”
I
يَارَبِّ يَا سَـامِعْ  دُعَـانَا
Yaa Robbi Yaa Saami' Du'aanaa
“Wahai Tuhanku wahai Zat yang men­dengar seruan doa kami”.
أَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ
Allahumma Sholli 'Alaa Muhammad.
“Ya Allah limpahkanlah sholawat atas baginda Muhammad”
I
يَارَبِّ لاَ تَـقْطَعْ  رَجَـانَا
Yaa Robbi Laa Taqto' Rojaana
“Wahai Tuhanku janganlah engkau putus­kan asa kami”.
أَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ
Allahumma Sholli 'Alaa Muhammad.
“Ya Allah limpahkanlah sholawat atas baginda Muhammad”
I
يَارَبِّ حِـفْظَانَكْ وَاَمَانَكْ
Yaa Robbi Hifdzoonak Amaanak
“ Wahai Tuhanku berikanlah kami perlin­dungan dan kesejahteraan Mu”.
أَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ
Allahumma Sholli 'Alaa Muhammad.
“Ya Allah limpahkanlah sholawat atas baginda Muhammad”
I
يَارَبِّ وَاسْـكِنَّا جِنَانَـكْ
Yaa Robbi Waskinna Jinaanak
“Wahai Tuhanku tempatkanlah kami pada syurga-syurgaMu”.
أَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ
Allahumma Sholli 'Alaa Muhammad.
“Ya Allah limpahkanlah sholawat atas baginda Muhammad”
I
يَارَبِّ أَجِرْنَا مِنْ عَذَابِـكْ
Yaa Robbi Ajirnaa Min 'Adzaabik
“Wahai Tuhanku lindungilah kami dari siksaMu”.
أَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ
Allahumma Sholli 'Alaa Muhammad.
“Ya Allah limpahkanlah sholawat atas baginda Muhammad”
I
يَارَبِّ  وَاخْتِمْ  بِالْمُـشَفَّعْ
Yaa Robbi Wakhtim Bil Muyaffa’
“Wahai Tuhanku akhirilah dengan orang yang diterima syafaatnya (Rasulullah)”.
أَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ
Allahumma Sholli 'Alaa Muhammad.
“Ya Allah limpahkanlah sholawat atas baginda Muhammad”
I
يَارَبِّ صَلِّ  عَلَيْهِ وَسَـلِّمْ
Yaa Robbi Sholli 'Alaihi Wasallim
“Wahai Tuhanku limpahkanlah sholawat dan salam sejahtera untuk beliau”.
Û        يَاأَمَانَ الْخَائِفِيْنَ أَمِنَّا مِمَّا نَخَافُ يَا أَمَانَ الْخَائِفِيْنَ سَلِّمْنَا مِمَّا نَخَافُ يَا مُنَجِّى الْخَائِفِيْنَ نَجِّنَا مِمَّا نَخَافُ (3×).
#           Yaa Amanal Khoo Ifin Aminna Mimma Nakhof Yaa Amanal Khoo Ifin Salimnaa Mimma Nakhof Yaa Munajjil Khoo Ifin Najjina Mimma Nakhof (3x).
Artinya : “Wahai Zat yang melindungi orang-orang yang takut, lindungilah kami dari hal-hal yang kami takuti, wahai Zat yang melin­dungi orang-orang yang keta-kutan, selamat­kan­lah kami dari hal-hal yang kami takuti. Wahai Zat yang menyelamatkan orang-orang yang ketakutan, bebaskanlah kami dari hal-hal yang kami takuti”.
Û        يَا لَطِيْفُ لَمْ يَزَلْ أُلْطُفْ بِنَا فِيْمَا نَزَلَ إِنَّكَ لَطِيْفٌ لَمْ تَزَلْ أُلْطُفْ بِنَا وَالْمُسْلِمِيْنَ (3×).
#           Yaa Lathifu Lam Yazal Ulthuf Binaa Fiima Nazal Innaka Lathif Lam Tazal Ulthuf Binaa Wal Muslimin (3x).
Artinya : “Wahai zat yang Maha kasih, ka-sihilah kami terhadap berbagai hal musibah yang terjadi, sesungguhnya Engkau senantiasa Maha Kasih, maka kasihilah kami dan kaum muslimin”.
Û        يَا لَطِيْفًا بِخَلْقِهِ يَاعَلِيْمًا بِخَلْقِهِ يَا خَبِيْرًا بِخَلْقِهِ أُلْطُفْ بِنَا يَا لَطِيْفُ يَاعَلِيْمُ يَاخَبِيْرُ، يَا اَلله  (3×).
#           Yaa Lathifan Bikholqihi Yaa 'Aliiman Bikholqihi Yaa Khobiiron Bikholqihi Ulthuf Binaa Yaa Lathif Yaa 'Alim Yaa Khobir Yaa Allah (3x).
Artinya : “Wahai zat yang mengasihi ciptaannya, wahai zat Yang Maha Menge-tahui ciptaannya, wahai zat yang maha memper­hatikan ciptaannya, kasihanilah kami wahai zat yang maha kasih, maha mengetahui lagi maha memperhatikan”
Û        يَاحَافِظُ يَاحَفِيْظُ يَاكَافِىُ يَامُحِيْطُ (3×).
#           Yaa Haafidzu Yaa Hafiidzu Yaa Kafii Yaa Muhiith (3x).
Artinya : “Wahai zat yang menjaga lagi maha melindungi, wahai zat yang maha mencukupi lagi maha mengetahui.”
Û        يَااللهُ بِتَوْبَةْ تَوْبَةْ مَغْفِرَهْ وَالْجَمَالِهْ دُنْيَا وَاْلآخِرَةْ  (3×).
#           Yaallahu Bitaubah Taubah Maghfiroh Wal Jamaalih Dunyaa Wal Aakhiroh (3x)
Artinya : “Ya Allah anugerahkanlah kami taubat yang penuh maghfirah dan ke­indahan baik dunia dan akhirat”.
Û        يَا رَبَّناَ يَسِّرْ لَنَا أُمُوْرَنَا بِجَاهِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ بْنِ عَلِي (3×).
#           Yaa Robbanaa Yassir Lanaa Umuuronaa Bijaahi Sayyidina Muhammad Bin 'Alii (3x)
Artinya : “Wahai Tuhan kami permudahlah urusan kami berkat maqam
 ( kedudukan ) Sayyidina Muhammad bin Ali (al-Faqihul Muqaddam)”.

Û        جَزَى اللهُ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَنَّا خَيْرًا جَزَى اللهُ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا  عَنَّا مَا هُوَ أَهْلُهُ (3×).
#           Jazallahu Sayyidanaa Muhammadan 'Anna Khoiron Jazallahu Sayyidana Muhammadan 'Anna Maa Huwa Ahluh(3x)

Artinya : “Mudah-mudahan Allah mem-balas dengan kebajikan terhadap baginda Rasulullah dari kita dan mudah-mudahan pula Allah membalasnya sesuai dengan hak dan kekuasaanNya”

أَلْمَوْجُودْ فِى كُلِّ زَمَانْ

Al-Maujud Fi Kulli Zaman

Artinya : Dzat yang selalu ada, di setiap masa
I

لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ

Laa Ilaaha Illallah

Artinya : Tiada Tuhan selain Allah

أَلْمَعْبُودْ فِى كُلِّ  مَكَانْ

Al-Ma’bud Fi Kulli Makan

Artinya : Dzat yang selalu disembah, di setiap tempat
I

لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ

Laa Ilaaha Illallah

Artinya : Tiada Tuhan selain Allah

أَلْمَذْكُورْ بِكُلِّ لِسَـانْ

Al-Madzkur Fi Kulli Lisaan

Artinya : Dzat yang selalu disebut bagi setiap lisan
I

لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ

Laa Ilaaha Illallah

Artinya : Tiada Tuhan selain Allah


أَلْمَعْرُوفْ بِاْلإِحْسَـانْ

Al-Ma’ruf Bil Ihsan

Artinya : Dzat yang terkenal, dengan kebaikan
I

لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ

Laa Ilaaha Illallah

Artinya : Tiada Tuhan selain Allah

كُلَّ يَوْمٍ هُوَ فِى شَـآنْ

Kulla Yaumin Huwa Fii Sya’an

Artinya : Dzat yang setiap hari berada didalam kekuasaannya
I

لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ

Laa Ilaaha Illallah

Artinya : Tiada Tuhan selain Allah

اْلأَمَــانْ اْلأَمَــانْ

Al-Aman Al-Aman

Artinya : Berilah kami keamanan dan keselamatan
I

لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ

Laa Ilaaha Illallah

Artinya : Tiada Tuhan selain Allah

Û        مِنْ زَوَالِ اْلإِيْمَانْ وَمِنْ فِتْنَةِ الشَّيْطَانْ يَا قَدِيْمَ اْلإِحْسَانْ كَمْ لَكَ عَلَيْنَا مِنْ إِحْسَانْ إِحْسَانُكَ الْقَدِيْمْ يَا حَنَّانْ يَا مَنَّانْ يَا رَحِيْمْ يَا رَحْمَنْ يَا غَفُوْرُ يَا غَفَّارْ إِغْفِرْلَنَا وَارْحَمْنَا وَأَنْتَ خَيْرُ الرَّاحِمِيْنَ وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمْ وَالْحَمْدُ ِللهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ.
#           Min Zawaalil Iiman Wamin Fithnatis Syaithon, Yaa Qodiimal Ihsan Kam Laka ‘Alaina Min Ihsan, Ihsaanukal Qodiim Yaa Hannan Yaa Mannan, Yaa Rohiim Yaa Rohmaan Yaa Ghoofur Yaa Ghoffar,  Ighfirlanaa Warhamnaa Wa Anta Khoirur Roohimin Washollallahu ‘Alaa Sayyidina Muhammadin Wa ‘Alaa Aalihi Wa Shohbihi Wasallam Walhamdu Lillahi Robbil ‘Aalamin”.
Artinya : Daripada hilangnya iman dan daripada fitnah syaithon, wahai dzat yang tidak mempunyai permulaan, di dalam kebaikannya, berapa banyak dari-Mu kepada kami dari pada kebaikan-kebaikan. Sesungguhnya kebaikan-Mu tidak berawal, wahai dzat yang maha pengasih dan pemurah, wahai dzat yang mempunyai sifat kasih dan sayang, wahai dzat yang maha pengampun dan pemafaaf, ampunilah bagi kami dan sayangilah kami, dan sesungguhnya engkau paling baiknya dzat yang menyayangi. Dan semoga tambahan rahmat ta’zim Allah tercurahkan kepada junjungan kami nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam dan atas keluarga serta para sahabatnya dan juga tambahan kesejahteraan dan segala puji hanya bagi Allah Tuhan Seru sekalian Alam.

* وِرْدُ الشَّيْخِ أَبُوْ بَكَرْ بِنْ سَالِمْ بَاعَلَوِيْ *

Û        بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ اَلْحَمْدُ ِللهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ أَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدْ أَللَّهُمَّ يَاعَظِيْمَ السُّلْطَانَ يَاقَدِيْمَ اْلإِحْسَانِ يَا دَآئِم النِّعَامِ يَا كَثِيْرَ الْخَيْرِ يَا وَاسِعَ الْعَطَايَا يَابَاسِطَ الرِّزْقِ يَاخَفِيَّ اللُّطْفِ يَا جَمِيْلَ الصُّنْعِ يا جَمِيْل السِّتْرِ يَا حَلِيْمًا لاَ يَعْجَلْ يَا كَرِيْمًا لاَ يَبْخَلْ صَلِّ يَا رَبِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَآلِهِ وَسَلِّمْ وَرَضِيَ اللهُ تَعَالَى عَنِ الصَّحَابَةِ أَجْمَعِيْنَ. أَللَّهُمَّ لَكَ الْحَمْدُ شُكْراً وَلَكَ الْمَنُّ فَضْلاً وَأَنْتَ رَبُّنَا حَقًّا وَنَحْنُ عَبِيْدُكَ رِقًّا وَأَنْتَ لَمْ تَزَلْ لِذَالِكَ أَهْلاً أَللَّهُمَّ يَا مُيَسِّرْ كُلِّ عَسِيْرِ وَيَا جَابِرَ كُلِّ كَسِيْرِ وَيَا صَاحِبَ كُلِّ فَرِيْدْ وَيَا مُغْنِيَ كُلِّ فَقِيْرْ وَيَا مُقَوِّيَ كُلِّ ضَعِيْفْ وَيَا مَأْمَنَ كُلِّ مَخِيْفْ يَسِّرْ عَلَيْنَا كُلَّ عَسِيْرِ فَتَيْسِيْرَ الْعَسِيْرِ عَلَيْكَ يَسِيْرِ, أَللَّهُمَّ يَا مَنْ لاَ يَحْتَاجُ إِلَى الْبَيَانِ وَالتَّفْسِيْرِ (حَاجَاتُنَا إِلَيْكَ الْكَثِيْرِ3×) وَأَنْتَ عَالِمٌ بِهَا وَبَصِيْرٌ وَخَبِيْرٌ, أَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَخَافُ مِنْكَ وَ أَخَافُ مِمَّنْ يَخَافُ مِنْكَ وَأَخَافُ مِمَّنْ لاَ يَخَافُ مِنْكَ أَللَّهُمَّ بِحَقِّ مَنْ يَخَافُ مِنْكَ نَجِّنَا مِمَّنْ لاَ يَخَافُ مِنْكَ, أَللَّهُمَّ بِحَقِّ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمْ أُحْرُسْنَا بِعَيْنِكَ الَّتِىْ لاَ تَنَامُ وَاكْنُفْنَا بِكَنَفِكَ الَّذِىْ لاَ يُرَامُ وَارْحَمْنَا بِقُدْرَتِكَ عَلَيْنَا فَلاَ تُهْلِكْنَا وَأَنْتَ ثِقَتُنَا وَرَجَاؤُنَا بِرَاحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ وَصَلَّى الله سَيِّدِنَا مُحَمَّدِنِ الْبَشِيْرِ النَّذِيْرِ وَالسِّرَاجِ الْمُنِيْرِ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمْ وَالْحَمْدُ ِللهِ رَبِّ الْعَالَمِيْن.َ

Wirid Syeikh
Abu Bakar Bin Salim Ba’alawi
#           Bismillahir Rohmannir Rohim, Alhamdulillah Robbil ‘Aalamiin, Allahumma Sholli Wasallim ‘Alaa Sayyidina Muhammadin Wa ‘Alaa Aali Sayyidina Muhammad, Allahumma Yaa ‘Adziimas Sulton Yaa Qodimal Ihsan Yaa Daa Iman Ni’am Yaa Kasiirol Khoir Yaa Waasi’al ’athooya Yaa Baasithor Rizki Yaa Khofiiyal Luthfi Yaa Jamiilas Sun’i Yaa Jamiilas Sithri Yaa Haliiman Laa Ya’jal Yaa Kariiman Laa Yabkhol Sholli Yaa Robbi ‘Ala Sayyidina Muhammadin Wa Aalihi Wasallam Warodhiallahu Ta’ala ‘Anis Shohabati Ajma’in
#           Allahumma Lakal hamdu Syukro Walakal Mannu Fadla Wa Anta robbuna Haqqo Wanahnu ‘Abiiduka Riqqo  Wa Anta Lam Tazal Lizalika Ahla ‘Allahumma Yaa Muyassir Kulla ‘Asir Wa Yaa Jaabiro Kulla Kasir Wa Yaa Shoohiba Kulli Farid Wayaa Mughniya Kulli Faqir Wayaa Muqowwiya Kulli Dho’if Wa Yaa Ma’mana Kulli Makhif Yassir Alaina Kulla ‘Asir Fataisirol ‘Asir ’Alaika Yassir
#           Allahumma Yaa Man Laayahtaaju  Ilaal Baayani Wattafsir Haajatuna Ilaika Kasir, Wa Anta ‘Aalimum Biha Wabasir Wa Khobir, Allahumma Inni Akhoofu Minka Wa  Akhoofu Miman Yakhoofu Minka Wa Akhoofu Mimman Laa Yakhoofu Minka ‘Allahumma Bihaqqi Man Yakhoofu Minka Najjina Mimman Laa Yakhoofu Minka
#           Allahumma Bihaqqi Muhammadin Shollahu ‘Alaihi Wasallam, Uhrusna Bi’ainikal Lati Laa Tanam Waknufna Bikanaafikal Ladzi Laa Yurom, Warhamna Bikudrotika Alaina Falaa Tuhlikna Wa Anta Siqootuna Wa Rojaa Una Birohmatika Yaa Arhamar Rohimin,
#           Washolallahu ‘Alaa Sayyidina Muhammadinil Bashiirin Nazir Was Siroojim Munir Wa ‘Alaa Alihi Washoh Bihi Wasallam Walhamdulillahi Robbil ‘Alamin”.
Artinya : Dengan nama Allah yang maha pengasih lagi maha penyayang, segala puji bagi Allah tuhan semesta alam. Ya Allah karuniakanlah tambahan Rahmat dan sejahtera ta’zim-Mu kepada pemimpin Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam. Ya Allah wahai dzat yang mempunyai kekuasaan yang agung. Wahai dzat yg senantiasa memberikan nikmatnya, wahai dzat yang banyak kebaikannnya, wahai dzat yang sangat luas pemberiannya, wahai dzat yang memberitahukan atas segala karunia, wahai dzat yang tidak di ketahui, kelembutannya, wahai dzat yang sangat bagus segala perbuatannya, wahai dzat yang sangat indah sitirnya ( penutup rahasia ), wahai dzat yang sangat sabar yang tak pernah tergesa gesa, wahai dzat yang sangat dermawan yang tidak mempunyai sifat kikir, berikanlah tambahan rahmat ta’zim-Mu wahai tuhan kami, atas pemimpin kami Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam. Dan juga atas keluarganya dan salam kesejahteraan. Dan semoga engkau meridhoi terhadap para sahabatnya sekalian.
Ya Allah hanya untukMu lah segala pujian yang berbentuk syukur, dan hanya kepadaMu segala pemberian yang berlebihan. Dan engkau adalah tuhan kami yang sesungguhnya, sedangkan kami adalah hambaMu yang tertawan dan Engkaulah yang senantiasa dalam kekuasaanMu Ya Allah wahai dzat yang memberikan kemudahan setiap yang sukar, dan Engkaulah yang menutupi setiap yang terpecah, wahai dzat yang menemani setiap kesendiriaan dan keasingan. Wahai dzat yang memberikan kekayaan bagi setiap yang kekurangan dan membutuhkan, wahai dzat yang memberikan kekuatan bagi setiap yang lemah, wahai dzat yang memberikan keamanan bagi yang takut, maka berikanlah kemudahan atas kami setiap yang sukar , maka memudahkan kesukaran bagiMu sangatlah mudah.

Ya Allah wahai dzat yang tidak membutuhkan kepada penjelasan dan penafsiran kebutuhan kami kepadaMU sangatlah banyak. Dan sedangkan engkau mengetahui dengannya dan selalu melihat dan mengetahuinya. Ya Allah sesungguhnya aku ini sangat takut kepadaMu. Dan aku takut daripada yang takut kepadaMu. Ya Allah dengan kebenaran orang-orang takut kepadaMu maka selamatkanlah kami dari pada orang-orang yang tidak takut kepadaMu.

Ya Allah dengan kebenaran Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam jagalah kami dengan pengawasanMu dan pandanganMu yang tidak pernah tidur, dan bentengilah kami dengan bentengMu yang tidak akan pernah akan tembus. Dan sayangilah kami dengan kekuasaanMu atas kami, maka janganlah Engkau binasakan kami , sedangkan Engkau adalah kepercayaan kami dan harapan penuh kami. Dengan RahmatMu wahai dzat yang sangat mengasihi.

Dan berikanlah tambahan Rahmat ta’zimMu atas pemimpin kami nabi Muhammad yang memberikan kabar gembira bagi yang beriman dan yang ta’at. Serta pemberi ancaman bagi yang kafir dan maksiat. Dan Beliau sebagai cahaya lampu yang menyinari. Dan atas keluarganya dan sahabatnya juga tambahan salam kesejahteraan dan segala puji bagi Allah Tuhan seruh sekalian alam.